Kabut Asap Kalimantan 2026: Apa yang Terjadi dan Apa Kata Data

·

·

Kabut Asap Kalimantan 2026: Apa yang Terjadi dan Apa Kata Data

Sejak Agustus 2026, langit di banyak kota di Kalimantan berwarna kelabu. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat jutaan orang menghirup asap setiap hari. Artikel ini merangkum situasinya dengan angka dari BNPB, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kehutanan, BMKG, pemantau satelit independen, dan penelitian ilmiah. Semua angka diberi tanggal karena keadaan berubah cepat.

Seberapa luas lahan yang terbakar?

Kalimantan Barat adalah provinsi yang paling parah. BNPB melaporkan total lahan terbakar di provinsi ini sudah lebih dari 48 ribu hektare per September 2026. Angka itu terdiri dari 38.310 hektare data lahan terbakar dan 10.224 hektare hasil pengukuran BNPB di lapangan, sehingga totalnya 48.535,73 hektare.

Provinsi lain juga terdampak. BPBD Kalimantan Selatan mencatat 12.339,74 hektare lahan terbakar hingga 1 September 2026, dengan 17.093 titik panas. Di Kalimantan Timur, luas lahan terbakar sepanjang 2026 mencapai 5.708,96 hektare menurut data BPBD provinsi. Kepala BNPB menyebut angka ini tinggi, bahkan di atas Jambi. Sebagian titik kebakaran berada di kawasan IKN, dengan empat titik yang masih dipadamkan pada 14 September.

Kabar baiknya, api aktif mulai mengecil di pertengahan September. Laporan BNPB untuk kondisi 16 September:

ProvinsiApi aktifCatatan
Kalimantan Barattujuh titik api, 122,9 hektare masih terbakarsekitar separuhnya sudah padam; hujan turun di Sintang, Kapuas Hulu, Sambas, dan kabupaten lain
Kalimantan Tengahsekitar 218 hektaresekitar separuhnya sudah tertangani
Kalimantan Selatan36 titik api, sekitar 131 hektare

(Sumber: BNPB, 17 September)

Status darurat masih berlaku. Kalimantan Barat memperpanjang Status Tanggap Darurat Asap dari 7 sampai 20 September 2026. Kalimantan Tengah menetapkan tanggap darurat karhutla sejak 31 Agustus hingga 29 September 2026.

Mengapa angka pemerintah dan lembaga independen berbeda?

Pembaca mungkin menemukan angka yang jauh berbeda di media. Penyebabnya adalah cara hitung yang tidak sama. Pemerintah memakai data SiPongi dan pengukuran lapangan, sedangkan lembaga independen menghitung bekas terbakar dari citra satelit.

Platform pemantau independen Nusantara Atlas mencatat sedikitnya 285.914 hektare lahan terbakar di seluruh Indonesia antara Januari dan Juli. Pada awal September, perkiraan lembaga yang sama mendekati 300.000 hektare. Kedua jenis data ini mengukur hal yang berbeda, jadi keduanya perlu dibaca bersama.

Dari sisi emisi, layanan pemantau atmosfer Eropa (CAMS) menyebut emisi karbon Indonesia naik sejak akhir Juli dan pada akhir Agustus sudah setara dengan tahun El Niño 2015 dan 2019.

Udara yang dihirup warga

Dampak yang paling terasa adalah asap, bukan apinya. Pada 4 September, BNPB menyatakan kualitas udara di Kalimantan Barat sudah masuk level berbahaya, dengan jarak pandang di bawah satu kilometer. Dua minggu kemudian, jarak pandang di Kalimantan Barat masih di bawah satu kilometer dan di Kalimantan Tengah sekitar 1,1 kilometer. Akibatnya, sejumlah penerbangan ditunda dan dibatalkan.

Angka kesehatan menunjukkan besarnya dampak asap.

  • Kasus ISPA: Kementerian Kesehatan mencatat 113.336 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat karhutla di tujuh provinsi per 9 September 2026. Kasus itu tersebar di 63 kabupaten/kota.
  • Kelompok usia: Dari jumlah itu, 26.545 kasus menimpa balita.
  • Kecepatan kenaikan: Pada 1 September laporannya baru 50.891 kasus. Artinya, jumlah kasus naik lebih dari dua kali lipat dalam delapan hari.
  • Warga terdampak: Kementerian Kesehatan melaporkan lebih dari 12,5 juta warga di tujuh provinsi terdampak asap.
  • Korban jiwa: Empat orang meninggal dunia menurut data resmi per 9 September.

Lonjakan ini terlihat jelas di tingkat daerah. Di Kalimantan Barat, kasus ISPA tercatat 49 kasus pada 6 September, lalu melonjak menjadi 1.594 kasus keesokan harinya, dan bertahan di atas 1.000 kasus per hari selama beberapa hari. Untuk menghadapi lonjakan pasien, Kementerian Kesehatan menyiagakan 1.691 puskesmas dan 360 rumah sakit rujukan di wilayah terdampak.

Lembaga riset CELIOS memperkirakan kerugian ekonomi dan kesehatan akibat karhutla Januari–Agustus 2026 antara Rp39 triliun dan Rp123,1 triliun. Ini adalah perkiraan, bukan hitungan akhir.

Asap sampai ke negara tetangga

Asap juga menyeberang ke negara lain. Pusat meteorologi ASEAN mengaktifkan tingkat siaga tertinggi untuk kawasan ASEAN bagian selatan pada 26 Agustus. Malaysia mencatat kualitas udara tidak sehat di 40 dari 68 wilayahnya. Sebagian Sarawak ditetapkan dalam keadaan darurat. Sebanyak 647 sekolah di 12 distrik ditutup, dan hampir 200.000 siswa belajar dari rumah. Singapura mencatat udara tidak sehat di seluruh wilayah pulaunya untuk pertama kali sejak 2019. Asap bahkan mencapai Filipina, sehingga otoritas setempat mengeluarkan peringatan kesehatan.

Siapa yang memadamkan api?

Ribuan orang bekerja di lapangan. Pada 9 September, BNPB menyebut 43.951 personel dikerahkan dalam operasi darat, didukung 17 pesawat patroli dan 38 pesawat water bombing. Di Kalimantan Barat saja ada 14.759 personel darat, lima unit udara untuk patroli dan modifikasi cuaca, serta sembilan helikopter water bombing.

Bantuan luar negeri ikut masuk. Pemerintah memberi izin operasi kepada 35 pesawat berregistrasi asing, antara lain dari Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Kanada. Jepang mengirim kapal JS Kunisaki, tiga helikopter CH-47 Chinook, dan 300 awak, yang tiba di Kalimantan pada 10 September. Ini adalah operasi pemadaman kebakaran di luar negeri pertama yang diketahui dilakukan Pasukan Bela Diri Jepang. Bantuan ini merupakan bagian dari Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Indonesia–Jepang yang ditandatangani 4 Mei 2026. Setiap helikopter mampu membawa hingga 5.000 liter air. Pada 16 September, satu helikopter melaksanakan satu sorti, dan sehari kemudian dua helikopter sudah melakukan water bombing.

Memadamkan api di lahan gambut tidak mudah. BNPB menjelaskan bahwa api di lahan gambut bisa menyala di bawah permukaan tanah. Hujan buatan juga punya batas. Di Kalimantan Tengah, operasi modifikasi cuaca belum bisa dilakukan karena awan hujan hampir tidak tersedia.

Dari mana api berasal?

El Niño sering disebut sebagai penyebab, tetapi ilmuwan menjelaskannya lebih rinci. El Niño tidak menyalakan api. Ia menciptakan kondisi kering yang membuat api buatan manusia lepas kendali dan membesar.

Data satelit menunjukkan di mana api terjadi.

  • Luas di dalam konsesi: Dari total lahan terbakar Januari–Juli, sekitar 68.324 hektare berada di dalam konsesi industri, kira-kira seluas Jakarta.
  • Jenis konsesi: Yang terbanyak adalah konsesi sawit (15.146 hektare), disusul tambang (12.120 hektare) dan kayu pulp (10.485 hektare).
  • Titik panas di gambut: Sekitar 25 persen titik panas pada Agustus berada di ekosistem gambut di dalam konsesi usaha.

Di Kalimantan, sepuluh konsesi dengan bekas terbakar terluas semuanya berada di Kalimantan Barat. Analisis LSM Kaoem Telapak menemukan kebakaran juga terjadi di konsesi milik setidaknya tujuh dari sepuluh perusahaan itu pada tiga tahun berbeda: 2006, 2015, dan 2023. Sedikitnya 124 pemegang konsesi mengalami kebakaran lebih dari 100 hektare di lahannya. Salah satu perusahaan membantah; juru bicara PT Lamang Mining menyatakan izin usaha pertambangan mereka berada di luar area yang dipantau.

Penegakan hukum berjalan. Per 4 September, luas areal terbakar yang masuk proses hukum kepolisian mencapai 4.738,49 hektare, terbesar di Riau dan Kalimantan Barat. Polri melaporkan 138 tersangka pada awal September dan 162 tersangka pada pertengahan September, dengan delapan korporasi masih diproses. Kementerian Lingkungan Hidup menyegel 50 perusahaan dengan luas kebakaran sekitar 27 ribu hektare.

Apa kata penelitian soal pencegahan?

Dua penelitian terbaru memberi gambaran tentang apa yang bisa mencegah kebakaran gambut.

  • Penelitian pertama (Sumatra dan Kalimantan). Penelitian ini membandingkan lahan gambut yang direstorasi dengan lahan serupa yang tidak direstorasi. Hasilnya, restorasi menurunkan titik panas hingga 22 persen antara 2015 dan 2019, di hampir 4.000 kilometer persegi gambut yang berhasil dibasahi kembali. Sumur bor menurunkan kepadatan titik panas hingga 2,6 titik per kilometer persegi, sedangkan sekat kanal sekitar 1,1 titik.
  • Penelitian kedua (Kalimantan Barat dan Tengah). Hasilnya lebih hati-hati. Sekat kanal yang area basahnya saling tumpang tindih adalah yang paling efektif. Namun, kalaupun semua sekat kanal efektif, pembasahan hanya bisa menghindarkan hingga 6,4 persen dari luas terbakar. Para penelitinya menekankan pentingnya mencegah alih fungsi dan perambahan hutan gambut yang tersisa.

Ada pula fakta kelembagaan. Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) resmi dibubarkan per 31 Desember 2024. Selama masa tugasnya, lembaga ini melaporkan merestorasi 1,6 juta hektare gambut dan membangun 22.349 unit infrastruktur seperti sekat kanal dan sumur bor. Menurut Pantau Gambut, sejak tugas BRGM berakhir belum ada lagi lembaga yang secara khusus melakukan restorasi gambut, dan sistem pemantauannya belum aktif secara optimal hingga awal 2026.

Apa yang perlu dipantau selanjutnya?

Musim kering belum selesai. BMKG memproyeksikan El Niño dapat bertahan hingga awal 2027, dan pertumbuhan awan hujan pada awal hingga pertengahan September masih terbatas di sejumlah wilayah. Meski begitu, Kepala BNPB menyampaikan kabar dari BMKG bahwa pertumbuhan awan hujan akan semakin banyak, sehingga modifikasi cuaca bisa dimaksimalkan.

Untuk warga di wilayah terdampak, BNPB mengimbau penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan meminta masyarakat tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan.

Angka dalam artikel ini akan terus berubah. Pembaruan resmi dapat diikuti di laman BNPB, SiPongi Kementerian Kehutanan, dan BMKG.


Sumber:

  • ANTARA News – BNPB pantau titik api, total karhutla Kalbar tembus 48 ribu hektare https://www.antaranews.com/berita/5742104/bnpb-pantau-titik-api-total-karhutla-kalbar-tembus-48-ribu-hektare
  • detikNews – BPBD: Karhutla di Kalimantan Selatan Capai 12 Ribu Hektare https://news.detik.com/berita/d-8647946/bpbd-karhutla-di-kalimantan-selatan-capai-12-ribu-hektare
  • Media Indonesia – BNPB: Luas Karhutla Kaltim Capai 5.708 Hektare https://mediaindonesia.com/humaniora/933245/bnpb-luas-karhutla-kaltim-capai-5708-hektare
  • Sinata.id – Karhutla Kaltim Tembus 4.000 Hektare, BNPB Perkuat Penanganan di Kawasan IKN https://sinata.id/karhutla-kaltim-tembus-4000-hektare-bnpb-perkuat-penanganan-di-kawasan-ikn
  • Warta Terkini News – BNPB: Masih Terjadi Karhutla di Sejumlah Wilayah (konferensi pers 17 September 2026) https://wartaterkini.news/bnpb-masih-terjadi-karhutla-di-sejumlah-wilayah-ribuan-personel-dan-armada-tetap-dikerahkan/
  • Kompas TV – Kalimantan Barat Perpanjang Status Tanggap Darurat Asap Karhutla hingga 20 September 2026 https://www.kompas.tv/regional/689908/kalimantan-barat-perpanjang-status-tanggap-darurat-asap-karhutla-hingga-20-september-2026
  • ANTARA News Kalteng – Kalimantan Tengah tetapkan tanggap darurat karhutla https://kalteng.antaranews.com/berita/840400/kalimantan-tengah-tetapkan-tanggap-darurat-karhutla
  • The Jakarta Post – Unchecked businesses blamed for raging wildfires http://www.thejakartapost.com/indonesia/2026/09/04/unchecked-businesses-blamed-for-raging-wildfires
  • Phys.org (AFP) – How haze from Indonesian fires impacts Southeast Asia https://phys.org/news/2026-09-haze-indonesian-impacts-southeast-asia.html
  • Nusantara Atlas – peta dan dasbor pemantauan kebakaran https://map.nusantara-atlas.org/
  • detikNews – BNPB Ungkap Situasi Karhutla di Sumatera, Kalimantan hingga Papua Barat https://news.detik.com/berita/d-8648989/bnpb-ungkap-situasi-karhutla-di-sumatera-kalimantan-hingga-papua-barat
  • ANTARA News – Kemenkes catat 113 ribu kasus ISPA akibat karhutla di tujuh provinsi https://www.antaranews.com/berita/5735276/kemenkes-catat-113-ribu-kasus-ispa-akibat-karhutla-di-tujuh-provinsi
  • Cyrustimes – Asap Karhutla Makin Mengancam, 113 Ribu Kasus ISPA Tercatat di 7 Provinsi https://cyrustimes.com/karhutla-indonesia-kasus-ispa-113-ribu-september-2026/
  • NU Online – Karhutla di 7 Provinsi: 12.517.488 Warga Terdampak, 4 di Antaranya Meninggal Dunia https://www.nu.or.id/nasional/karhutla-di-7-provinsi-12-517-488-warga-terdampak-4-di-antaranya-meninggal-dunia-lzUhJ
  • Kompas.id – Imbas Kabut Asap Karhutla di Kalimantan, Pasien Pneumonia dan ISPA Meningkat https://www.kompas.id/artikel/imbas-kabut-asap-karhutla-di-kalimantan-pasien-pneumonia-dan-ispa-meningkat
  • Periskop.id – Kasus ISPA akibat Karhutla Tembus 113 Ribu, 26 Ribu Balita Terdampak https://periskop.id/nasional/20260910/kasus-ispa-akibat-karhutla-tembus-113-ribu-26-ribu-balita-terdampak
  • Fortune Indonesia – Kerugian Ekonomi Karhutla Capai Rp123,1 Triliun (CELIOS) https://www.fortuneidn.com/news/kerugian-ekonomi-akibat-karhutla-capai-rp123-triliun-00-ccw2k-nmgr9z
  • RRI – CELIOS Prakirakan Kerugian Akibat Karhutla, Tembus 123,1 Triliun https://rri.co.id/nasional/2711196/celios-prakirakan-kerugian-akibat-karhutla-tembus-1231-triliun
  • TIME – Why Southeast Asia Is Facing a Haze Crisis https://time.com/article/2026/09/17/wildfire-haze-indonesia-malaysia-singapore-southeast-asia-super-el-nino/
  • Asia News Network – Unchecked businesses blamed for raging wildfires in Indonesia (asap mencapai Filipina) https://asianews.network/unchecked-businesses-blamed-for-raging-wildfires-in-indonesia/
  • Al Jazeera – Toxic haze from Indonesian forest fires chokes Malaysian Borneo https://www.aljazeera.com/news/2026/9/1/toxic-haze-from-indonesian-fires-chokes-malaysian-borneo
  • Bernama – Japan’s Chinook Helicopters To Support Indonesia Wildfire Battle https://www.bernama.com/en/world/news.php?id=2605705
  • ANTARA News (English) – Indonesia to welcome three Japanese helicopters for wildfire response https://en.antaranews.com/news/430500/indonesia-to-welcome-three-japanese-helicopters-for-wildfire-response
  • ANTARA News (English) – Three Japanese helicopters join West Kalimantan wildfire fight https://en.antaranews.com/news/430849/three-japanese-helicopters-join-west-kalimantan-wildfire-fight
  • ABC News (AP) – Japan deploys equipment to Borneo to help fight wildfires causing toxic haze https://ingest.abcnews.com/International/wireStory/japan-deploys-equipment-indonesias-borneo-fight-wildfires-causing-136327479
  • Tempo English – Japanese Helicopters to Help Fight Indonesian Forest Fires https://en.tempo.co/read/2119210/japanese-helicopters-to-help-fight-indonesian-forest-fires
  • The Jakarta Post – Japan answers fire aid call as haze smothers region https://www.thejakartapost.com/world/2026/09/02/japan-answers-fire-aid-call-as-haze-smothers-region
  • Asia News Network – Local, foreign firms own largest burned concessions in Indonesia’s Kalimantan https://asianews.network/local-foreign-firms-own-largest-burned-concessions-in-indonesias-kalimantan/
  • The Jakarta Post – Local, foreign firms own largest burned concessions in Kalimantan http://www.thejakartapost.com/indonesia/2026/09/10/local-foreign-firms-own-largest-burned-concessions-in-kalimantan
  • BNPB – Situasi Terkini Penanganan Karhutla Enam Provinsi Prioritas https://www.bnpb.go.id/berita/situasi-terkini-penanganan-karhutla-enam-provinsi-prioritas
  • Tribrata News Polri – Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 8 Korporasi Masih Diproses https://tribratanews.polri.go.id/blog/nasional-3/polri-tetapkan-138-tersangka-karhutla-8-korporasi-masih-diproses-105579
  • Tandaseru.id – Polri Ungkap 162 Tersangka Karhutla, Perusahaan Jadi Sorotan https://tandaseru.id/berita/polri-ungkap-162-tersangka-karhutla-perusahaan-jadi-sorotan/
  • DN Times – KLH Segel 50 Perusahaan, Luas Karhutla Capai 27 Ribu Hektare https://www.idntimes.com/news/indonesia/kementerian-lingkungan-hidup-klh-melakukan-penyegelan-00-xvwcc-ky333f
  • PreventionWeb – Putting out wildfires: how peat restoration has reduced fire risk in Indonesia’s tropical forests https://www.preventionweb.net/news/putting-out-wildfires-how-peat-restoration-has-reduced-fire-risk-indonesias-tropical-forests
  • The Conversation Indonesia – Mengadang El Niño, meredam karhutla: Restorasi gambut harus berlanjut meski BRGM bubar https://theconversation.com/mengadang-el-nino-meredam-karhutla-restorasi-gambut-harus-berlanjut-meski-brgm-bubar-287373
  • Salmayenti dkk. (2026), Geophysical Research Letters – Tropical Peatland Restoration Reduces Fire Occurrence https://agupubs.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1029/2025GL121564
  • iScience (2026) – Effective restoration can avoid peatland fires: Large scale counterfactual assessment in Kalimantan, Indonesiahttps://www.cell.com/iscience/fulltext/S2589-0042(26)01416-1
  • Ringkasan PubMed: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/42256295/
  • LaporIklim – Restorasi Gambut dan Mangrove: Krisis Iklim dan Kekosongan Negara https://laporiklim.wargaberdaya.org/berita/restorasi-gambut-dan-mangrove-krisis-iklim-dan-kekosongan-negara/
  • Mongabay Indonesia – BRGM Bubar, Restorasi Gambut dan Mangrove Makin Gelap? https://mongabay.co.id/2025/05/09/brgm-bubar-restorasi-gambut-dan-mangrove-makin-gelap/
  • Pantau Gambut – Kebakaran Lahan Gambut Meledak di Awal 2026 https://pantaugambut.id/publikasi/kebakaran-lahan-gambut-meledak-di-awal-2026
  • Proyeksi El Niño BMKG: sumber no. 16. Kabar pertumbuhan awan hujan: sumber no. 15. Imbauan masker BNPB: sumber no. 11.
  • BNPB – Perkembangan Situasi dan Penanganan Karhutla di Sejumlah Wilayah Indonesia (5 September 2026) https://www.bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-karhutla-di-sejumlah-wilayah-indonesia-5-september-2026

Join The TerraTribe!

Dengan bergabung, Anda bukan hanya menjadi bagian dari komunitas, tetapi juga mendapat akses informasi eksklusif tentang gaya hidup berkelanjutan, lingkungan, flora, dan fauna.

Jangan khawatir! Kami juga sangat membenci spam. Informasi dari Kami dikirim sebanyak 2 minggu sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Saat Ini


Jelajah Topik

Terbaru di Detak Bumi



JOIN THE TerraTribe!

Dengan bergabung, Anda bukan hanya menjadi bagian dari komunitas, tetapi juga mendapat akses informasi eksklusif tentang gaya hidup berkelanjutan, lingkungan, flora, dan fauna.

Jangan khawatir! Kami juga sangat membenci spam. Informasi dari Kami dikirim sebanyak 2 minggu sekali.


error: Content is protected !!