<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Climate Now Archives - Detak Bumi</title>
	<atom:link href="https://detakbumi.com/category/climate-change/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://detakbumi.com/category/climate-change/</link>
	<description>Bersama Menjaga Bumi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Mar 2025 01:37:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/08/cropped-2.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Climate Now Archives - Detak Bumi</title>
	<link>https://detakbumi.com/category/climate-change/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207835552</site>	<item>
		<title>Mengapa Pemanasan Global Dapat Menyebabkan Kepunahan Spesies Masal</title>
		<link>https://detakbumi.com/mengapa-pemanasan-global-dapat-menyebabkan-kepunahan-spesies-masal/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengapa-pemanasan-global-dapat-menyebabkan-kepunahan-spesies-masal</link>
					<comments>https://detakbumi.com/mengapa-pemanasan-global-dapat-menyebabkan-kepunahan-spesies-masal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Detak Bumi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2024 07:44:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Climate Now]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detakbumi.com/?p=3750</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemanasan global telah menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia saat ini. Fenomena ini bukan hanya berdampak pada iklim dan cuaca ekstrem, tetapi juga pada kehidupan berbagai spesies yang ada di Bumi. Salah satu dampak yang paling memprihatinkan adalah kepunahan spesies masal yang sedang terjadi di berbagai belahan dunia. Lalu, mengapa pemanasan global dapat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://detakbumi.com/mengapa-pemanasan-global-dapat-menyebabkan-kepunahan-spesies-masal/">Mengapa Pemanasan Global Dapat Menyebabkan Kepunahan Spesies Masal</a> appeared first on <a href="https://detakbumi.com">Detak Bumi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pemanasan global telah menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia saat ini. Fenomena ini bukan hanya berdampak pada iklim dan cuaca ekstrem, tetapi juga pada kehidupan berbagai spesies yang ada di Bumi. Salah satu dampak yang paling memprihatinkan adalah kepunahan spesies masal yang sedang terjadi di berbagai belahan dunia. Lalu, mengapa pemanasan global dapat menyebabkan kepunahan spesies masal?</p>



<p>Artikel ini akan membahas bagaimana perubahan iklim yang dipicu oleh pemanasan global memengaruhi habitat, sumber makanan, dan kemampuan adaptasi makhluk hidup, serta bagaimana kita bisa mencegah krisis biodiversitas ini agar tidak semakin parah.</p>



<p>Kita akan mendalami bagaimana pemanasan global dapat menyebabkan kepunahan spesies masal dan mengapa hal ini menjadi perhatian serius bagi para ilmuwan dan pemerhati lingkungan di seluruh dunia.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Apa Itu Pemanasan Global?</h3>



<p><a href="https://detakbumi.com/climate-crisis/dampak-pemanasan-global/">Pemanasan global</a> mengacu pada peningkatan suhu rata-rata Bumi yang disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O). </p>



<p>Peningkatan emisi ini terutama berasal dari aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, industri, deforestasi, dan pertanian. </p>



<p>Seiring dengan meningkatnya suhu Bumi, perubahan besar dalam pola cuaca dan ekosistem mulai terjadi, yang pada gilirannya memengaruhi berbagai spesies.</p>



<p><a href="https://detakbumi.com/5-penyebab-utama-pemanasan-global-yang-penting-untuk-dipahami/">Perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global</a> mengubah kondisi lingkungan yang telah lama menjadi tempat tinggal berbagai spesies. </p>



<p>Perubahan ini terjadi dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah bumi, membuat banyak spesies kesulitan untuk beradaptasi.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Penyebab Utama Pemanasan Global:</h4>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Emisi Gas Rumah Kaca:</strong> Emisi dari kendaraan bermotor, pabrik, dan pembangkit listrik berbasis batu bara berkontribusi signifikan terhadap peningkatan suhu global.</li>



<li><strong>Deforestasi:</strong> Penggundulan hutan mengurangi jumlah pohon yang dapat menyerap karbon dioksida, sehingga memperparah efek gas rumah kaca.</li>



<li><strong>Pembakaran Bahan Bakar Fosil:</strong> Penggunaan batu bara, minyak bumi, dan gas alam meningkatkan jumlah gas rumah kaca di atmosfer.</li>
</ol>



<p>Pemanasan global juga mempercepat perubahan iklim, yang memengaruhi pola hujan, meningkatkan kejadian cuaca ekstrem, dan menyebabkan mencairnya es di kutub. </p>



<p>Semua perubahan ini memberikan tekanan besar pada ekosistem dan spesies yang bergantung pada stabilitas lingkungan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Mekanisme Kepunahan Spesies Akibat Pemanasan Global</h3>



<h4 class="wp-block-heading">1. <strong>Perubahan Habitat</strong></h4>



<p>Salah satu dampak utama pemanasan global adalah perubahan habitat. Kenaikan suhu global menyebabkan pergeseran zona iklim, yang mengakibatkan perubahan vegetasi dan kondisi lingkungan. </p>



<p>Banyak spesies yang telah beradaptasi dengan habitat tertentu selama ribuan tahun kini menghadapi perubahan drastis dalam waktu singkat.</p>



<p>Misalnya, hutan hujan tropis, yang merupakan rumah bagi jutaan spesies, mengalami perubahan pola curah hujan dan peningkatan suhu. </p>



<p>Hal ini dapat mengubah komposisi tumbuhan dan hewan yang mampu bertahan di lingkungan tersebut, mendorong beberapa spesies menuju kepunahan. </p>



<p>Spesies yang tidak dapat beradaptasi atau bermigrasi ke habitat baru akan menghadapi risiko kehilangan tempat tinggal yang cocok untuk bertahan hidup.</p>



<h4 class="wp-block-heading">2. <strong>Gangguan Rantai Makanan</strong></h4>



<p>Perubahan iklim juga mempengaruhi ketersediaan makanan dan timing biologis berbagai spesies. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan pada rantai makanan, yang berdampak pada seluruh ekosistem. </p>



<p>Ketika satu spesies pada tingkat tertentu dari rantai makanan terpengaruh, efek domino pun terjadi pada spesies lain.</p>



<p>Contohnya, pemanasan lautan mengakibatkan berkurangnya populasi plankton, organisme mikroskopis yang menjadi fondasi rantai makanan laut. </p>



<p>Penurunan jumlah plankton ini berdampak langsung pada ikan kecil, yang kemudian berpengaruh terhadap predator yang lebih besar seperti ikan besar, hiu, hingga paus. </p>



<p>Jika satu bagian dari rantai makanan hilang atau terganggu, spesies yang berada di puncak rantai makanan juga akan mengalami kesulitan bertahan hidup.</p>



<h4 class="wp-block-heading">3. <strong>Migrasi dan Adaptasi yang Terganggu</strong></h4>



<p>Banyak spesies sangat bergantung pada pola migrasi musiman untuk berkembang biak atau mencari makanan. </p>



<p>Perubahan iklim dapat mengganggu sinyal lingkungan yang memicu migrasi ini, menyebabkan ketidaksesuaian antara kedatangan spesies di tempat baru dan ketersediaan sumber daya yang mereka butuhkan.</p>



<p>Sebagai contoh, beberapa burung mulai bermigrasi lebih awal atau lebih lambat dari biasanya karena perubahan suhu global. </p>



<p>Akibatnya, mereka mungkin tiba di daerah perkembangbiakan sebelum atau setelah puncak ketersediaan makanan, yang menyebabkan kelangsungan hidup yang lebih rendah bagi spesies muda.</p>



<p>Selain itu, beberapa spesies mungkin perlu <strong>bermigrasi ke daerah baru</strong> karena habitat asli mereka menjadi tidak cocok. </p>



<p>Namun, hambatan buatan manusia seperti jalan raya, kota, dan lahan pertanian yang memecah-belah habitat alami sering kali menghalangi mereka untuk berpindah ke tempat yang lebih cocok. </p>



<p>Ketidakmampuan untuk berpindah atau beradaptasi dengan cepat meningkatkan <a href="https://detakbumi.com/fauna-indonesia-bagian-timur/">risiko kepunahan bagi spesies-spesies ini</a>.</p>



<h4 class="wp-block-heading">4. <strong>Peningkatan Frekuensi Bencana Alam</strong></h4>



<p>Pemanasan global juga terkait dengan peningkatan frekuensi dan intensitas bencana alam seperti badai, banjir, dan kebakaran hutan.</p>



<p>Bencana-bencana ini dapat menghancurkan habitat dan membunuh populasi spesies dalam jumlah besar dalam waktu singkat.</p>



<p>Misalnya, kebakaran hutan yang semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia, seperti di Amazon, Australia, dan California, telah menghancurkan jutaan hektar habitat alami. </p>



<p>Kebakaran ini tidak hanya membunuh hewan langsung, tetapi juga menghilangkan tempat tinggal dan sumber makanan mereka, yang menyebabkan spesies yang selamat menghadapi kondisi sulit untuk bertahan hidup.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" width="700" height="1750" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2024/10/mengapa-pemanasan-global-dapat-menyebabkan-kepunahan-spesies.png?resize=700%2C1750&#038;ssl=1" alt="mengapa pemanasan gobal dapat mnyebabkan kepunahan spesies masal" class="wp-image-3755" style="width:650px" srcset="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2024/10/mengapa-pemanasan-global-dapat-menyebabkan-kepunahan-spesies.png?w=700&amp;ssl=1 700w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2024/10/mengapa-pemanasan-global-dapat-menyebabkan-kepunahan-spesies.png?resize=120%2C300&amp;ssl=1 120w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2024/10/mengapa-pemanasan-global-dapat-menyebabkan-kepunahan-spesies.png?resize=410%2C1024&amp;ssl=1 410w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2024/10/mengapa-pemanasan-global-dapat-menyebabkan-kepunahan-spesies.png?resize=614%2C1536&amp;ssl=1 614w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2024/10/mengapa-pemanasan-global-dapat-menyebabkan-kepunahan-spesies.png?resize=600%2C1500&amp;ssl=1 600w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh Spesies yang Terancam Punah Akibat Pemanasan Global</h3>



<p>Untuk memahami lebih jelas dampak pemanasan global terhadap spesies tertentu, berikut adalah beberapa contoh spesies yang terancam punah karena perubahan iklim:</p>



<h4 class="wp-block-heading">1. <strong>Karang (<em>Coral Reefs</em>)</strong></h4>



<p>Ekosistem terumbu karang sangat sensitif terhadap perubahan suhu air laut. Pemanasan global menyebabkan fenomena pemutihan karang, di mana karang kehilangan alga simbiotik yang penting bagi kelangsungan hidup mereka. </p>



<p>Ini berdampak langsung pada biodiversitas laut, mengingat karang adalah habitat bagi ribuan spesies ikan dan invertebrata. </p>



<p>Jika tren ini berlanjut, diperkirakan sebagian besar terumbu karang dunia akan punah dalam beberapa dekade mendatang.</p>



<h4 class="wp-block-heading">2. <strong>Beruang Kutub</strong></h4>



<p>Beruang kutub menjadi salah satu ikon paling dikenal dari dampak pemanasan global. Mereka bergantung pada es laut untuk berburu dan berkembang biak. Namun, dengan mencairnya es Arktik akibat pemanasan global, habitat mereka semakin berkurang, mengancam kelangsungan hidup spesies ini.</p>



<p>Mereka membutuhkan es untuk berburu dan bereproduksi. Jika tren mencairnya es terus berlanjut, spesies ini bisa punah dalam waktu dekat.</p>



<h4 class="wp-block-heading">3. <strong>Amfibi dan Reptil</strong></h4>



<p>Amfibi seperti katak dan salamander sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan kelembaban, karena kulit mereka yang sensitif dan ketergantungan mereka pada habitat air dan darat. </p>



<p>Pemanasan global telah menyebabkan penurunan populasi amfibi di seluruh dunia, yang juga menjadi indikator penting kerusakan ekosistem air tawar. </p>



<p>Hal ini sudah terbukti dengan beberapa spesies amfibi yang telah dinyatakan punah.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Dampak Kepunahan Spesies Masal pada Ekosistem dan Manusia</h3>



<p>Kepunahan spesies tidak hanya berdampak pada spesies itu sendiri, tetapi juga pada keseimbangan ekosistem secara keseluruhan. Berikut beberapa dampaknya:</p>



<h4 class="wp-block-heading">1. <strong>Gangguan Rantai Makanan</strong></h4>



<p>Hilangnya satu spesies dalam rantai makanan dapat menyebabkan efek domino yang mengganggu keseimbangan ekosistem. Misalnya, jika predator utama punah, maka populasi mangsa mereka bisa berkembang biak secara tidak terkendali, yang pada akhirnya mengganggu seluruh ekosistem.</p>



<h4 class="wp-block-heading">2. <strong>Kehilangan Keanekaragaman Hayati</strong></h4>



<p>Kehilangan biodiversitas mengurangi stabilitas ekosistem dan mengurangi kemampuan alam untuk pulih dari perubahan lingkungan atau bencana alam.</p>



<h4 class="wp-block-heading">3. <strong>Efek Domino pada Spesies Lain</strong></h4>



<p>Jika satu spesies kunci punah, spesies lain yang bergantung padanya untuk makanan atau tempat tinggal juga terancam. Ini menciptakan efek domino yang dapat meruntuhkan struktur ekosistem.</p>



<h4 class="wp-block-heading">4. Bagi Manusia</h4>



<p>Bagi manusia, kepunahan spesies dapat mengancam ketahanan pangan, mengurangi sumber daya obat-obatan alami, dan mengganggu layanan ekosistem penting seperti penyerbukan tanaman dan pemurnian air. </p>



<p>Selain itu, hilangnya keanekaragaman hayati juga mengurangi ketahanan ekosistem terhadap perubahan lingkungan di masa depan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasi Pemanasan Global?</h3>



<p>Untuk mencegah kepunahan spesies masal, langkah-langkah penting harus diambil untuk mengurangi pemanasan global. Berikut beberapa solusi:</p>



<h4 class="wp-block-heading">1. <strong>Pengurangan Emisi Karbon</strong></h4>



<p>Mengurangi emisi gas rumah kaca dengan beralih ke energi terbarukan seperti angin, matahari, dan energi air. Penggunaan energi bersih dan efisiensi energi akan membantu menekan peningkatan suhu global.</p>



<p>Ini melibatkan transisi ke sumber energi terbarukan, meningkatkan efisiensi energi, dan mengubah praktik industri dan pertanian yang tidak berkelanjutan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">2. <strong>Konservasi dan Reforestasi</strong></h4>



<p>Melindungi habitat alami yang tersisa dan melakukan upaya reforestasi di wilayah yang terdampak deforestasi akan membantu menyerap lebih banyak karbon dioksida dan melestarikan biodiversitas.</p>



<p>Melindungi dan memulihkan habitat alami adalah kunci untuk membantu spesies bertahan menghadapi perubahan iklim. </p>



<p>Hal ini juga termasuk menciptakan koridor satwa liar untuk memfasilitasi migrasi dan memperluas area perlindungan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">3. <strong>Peran Individu</strong></h4>



<p>Individu juga dapat berperan dengan <a href="https://detakbumi.com/cara-mengurangi-jejak-karbon/">mengurangi jejak karbon</a> mereka, seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, mengurangi penggunaan plastik, dan mendukung produk ramah lingkungan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">4. Penelitian dan Inovasi</h4>



<p>Penelitian ilmiah terus dilakukan untuk lebih memahami dampak pemanasan global terhadap berbagai spesies dan mengembangkan strategi adaptasi yang efektif. Inovasi teknologi juga berperan penting dalam upaya mitigasi dan adaptasi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kesimpulan</h2>



<p>Mengapa pemanasan global dapat menyebabkan kepunahan spesies secara masal menjadi lebih terjawab di benak Anda.</p>



<p>Pemanasan global merupakan ancaman serius bagi keanekaragaman hayati bumi. Melalui berbagai mekanisme seperti perubahan habitat, gangguan rantai makanan, dan peningkatan frekuensi bencana alam, fenomena ini dapat menyebabkan kepunahan spesies masal jika tidak ditangani dengan serius.</p>



<p>Namun, masih ada harapan. Dengan meningkatnya kesadaran global dan upaya bersama untuk mengurangi emisi gas rumah kaca serta melindungi habitat alami, kita masih memiliki kesempatan untuk memitigasi dampak terburuk dari pemanasan global terhadap keanekaragaman hayati bumi.</p>



<p>Setiap individu memiliki peran dalam upaya ini, mulai dari mengadopsi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan hingga mendukung kebijakan dan inisiatif yang bertujuan melindungi planet kita. </p>



<p>Hanya dengan tindakan kolektif dan komitmen global, kita dapat berharap untuk menjaga kelangsungan hidup berbagai spesies dan memastikan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.</p>
<div class="saboxplugin-wrap" itemtype="http://schema.org/Person" itemscope itemprop="author"><div class="saboxplugin-tab"><div class="saboxplugin-gravatar"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/05/4-2.png?resize=100%2C100&#038;ssl=1" width="100"  height="100" alt="" itemprop="image"></div><div class="saboxplugin-authorname"><a href="https://detakbumi.com/author/rhammania/" class="vcard author" rel="author"><span class="fn">Detak Bumi</span></a></div><div class="saboxplugin-desc"><div itemprop="description"><p>Detak Bumi mempunyai misi untuk mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk memahami apa yang sedang terjadi di Bumi terhadap lingkungan, alam, satwa, dan keseluruhan <em>eco system</em>. Kita semua adalah earthlings dan Bumi adalah rumah kita selama kita masih hidup. Masa depan kesehatan dan kelestarian Bumi bergantung kepada aksi nyata kita yang kita lakukan dari sekarang.</p>
</div></div><div class="saboxplugin-web "><a href="https://detakbumi.com" target="_self" >detakbumi.com</a></div><div class="clearfix"></div><div class="saboxplugin-socials "><a title="Facebook" target="_blank" href="http://facebook.com/detakbumi" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-facebook" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 264 512"><path fill="currentColor" d="M76.7 512V283H0v-91h76.7v-71.7C76.7 42.4 124.3 0 193.8 0c33.3 0 61.9 2.5 70.2 3.6V85h-48.2c-37.8 0-45.1 18-45.1 44.3V192H256l-11.7 91h-73.6v229"></path></svg></span></a><a title="Twitter" target="_blank" href="http://twitter.com/detakbumi" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-twitter" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 30 30"><path d="M26.37,26l-8.795-12.822l0.015,0.012L25.52,4h-2.65l-6.46,7.48L11.28,4H4.33l8.211,11.971L12.54,15.97L3.88,26h2.65 l7.182-8.322L19.42,26H26.37z M10.23,6l12.34,18h-2.1L8.12,6H10.23z" /></svg></span></a><a title="Instagram" target="_blank" href="http://instagram.com/detakbumi.id" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-instagram" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 448 512"><path fill="currentColor" d="M224.1 141c-63.6 0-114.9 51.3-114.9 114.9s51.3 114.9 114.9 114.9S339 319.5 339 255.9 287.7 141 224.1 141zm0 189.6c-41.1 0-74.7-33.5-74.7-74.7s33.5-74.7 74.7-74.7 74.7 33.5 74.7 74.7-33.6 74.7-74.7 74.7zm146.4-194.3c0 14.9-12 26.8-26.8 26.8-14.9 0-26.8-12-26.8-26.8s12-26.8 26.8-26.8 26.8 12 26.8 26.8zm76.1 27.2c-1.7-35.9-9.9-67.7-36.2-93.9-26.2-26.2-58-34.4-93.9-36.2-37-2.1-147.9-2.1-184.9 0-35.8 1.7-67.6 9.9-93.9 36.1s-34.4 58-36.2 93.9c-2.1 37-2.1 147.9 0 184.9 1.7 35.9 9.9 67.7 36.2 93.9s58 34.4 93.9 36.2c37 2.1 147.9 2.1 184.9 0 35.9-1.7 67.7-9.9 93.9-36.2 26.2-26.2 34.4-58 36.2-93.9 2.1-37 2.1-147.8 0-184.8zM398.8 388c-7.8 19.6-22.9 34.7-42.6 42.6-29.5 11.7-99.5 9-132.1 9s-102.7 2.6-132.1-9c-19.6-7.8-34.7-22.9-42.6-42.6-11.7-29.5-9-99.5-9-132.1s-2.6-102.7 9-132.1c7.8-19.6 22.9-34.7 42.6-42.6 29.5-11.7 99.5-9 132.1-9s102.7-2.6 132.1 9c19.6 7.8 34.7 22.9 42.6 42.6 11.7 29.5 9 99.5 9 132.1s2.7 102.7-9 132.1z"></path></svg></span></a><a title="Pinterest" target="_blank" href="#" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-pinterest" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 496 512"><path fill="currentColor" d="M496 256c0 137-111 248-248 248-25.6 0-50.2-3.9-73.4-11.1 10.1-16.5 25.2-43.5 30.8-65 3-11.6 15.4-59 15.4-59 8.1 15.4 31.7 28.5 56.8 28.5 74.8 0 128.7-68.8 128.7-154.3 0-81.9-66.9-143.2-152.9-143.2-107 0-163.9 71.8-163.9 150.1 0 36.4 19.4 81.7 50.3 96.1 4.7 2.2 7.2 1.2 8.3-3.3.8-3.4 5-20.3 6.9-28.1.6-2.5.3-4.7-1.7-7.1-10.1-12.5-18.3-35.3-18.3-56.6 0-54.7 41.4-107.6 112-107.6 60.9 0 103.6 41.5 103.6 100.9 0 67.1-33.9 113.6-78 113.6-24.3 0-42.6-20.1-36.7-44.8 7-29.5 20.5-61.3 20.5-82.6 0-19-10.2-34.9-31.4-34.9-24.9 0-44.9 25.7-44.9 60.2 0 22 7.4 36.8 7.4 36.8s-24.5 103.8-29 123.2c-5 21.4-3 51.6-.9 71.2C65.4 450.9 0 361.1 0 256 0 119 111 8 248 8s248 111 248 248z"></path></svg></span></a></div></div></div><p>The post <a href="https://detakbumi.com/mengapa-pemanasan-global-dapat-menyebabkan-kepunahan-spesies-masal/">Mengapa Pemanasan Global Dapat Menyebabkan Kepunahan Spesies Masal</a> appeared first on <a href="https://detakbumi.com">Detak Bumi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detakbumi.com/mengapa-pemanasan-global-dapat-menyebabkan-kepunahan-spesies-masal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3750</post-id>	</item>
		<item>
		<title>5 Penyebab Utama Pemanasan Global Yang Penting Untuk Dipahami.</title>
		<link>https://detakbumi.com/5-penyebab-utama-pemanasan-global-yang-penting-untuk-dipahami/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=5-penyebab-utama-pemanasan-global-yang-penting-untuk-dipahami</link>
					<comments>https://detakbumi.com/5-penyebab-utama-pemanasan-global-yang-penting-untuk-dipahami/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Detak Bumi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Dec 2023 01:22:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Climate Now]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detakbumi.com/?p=2794</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seperti yang telah kita ketahui, pemanasan global dan dampaknya sudah banyak terjadi diberbagai belahan muka bumi. Pernah tidak Anda berpikir sejenak untuk mengetahui lebih dalam apa sebenarnya penyebab utama pemanasan global ini? Mungkin masih ada dari kita yang belum memahami lebih dalam mengenai penyebab utama pemanasan global. Sudah banyak media dan organisasi internasional yang beraktifitas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://detakbumi.com/5-penyebab-utama-pemanasan-global-yang-penting-untuk-dipahami/">5 Penyebab Utama Pemanasan Global Yang Penting Untuk Dipahami.</a> appeared first on <a href="https://detakbumi.com">Detak Bumi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Seperti yang telah kita ketahui, pemanasan global dan dampaknya sudah banyak terjadi diberbagai belahan muka bumi. Pernah tidak Anda berpikir sejenak untuk mengetahui lebih dalam apa sebenarnya penyebab utama pemanasan global ini?</p>



<p>Mungkin masih ada dari kita yang belum memahami lebih dalam mengenai penyebab utama pemanasan global. </p>



<p>Sudah banyak media dan organisasi internasional yang beraktifitas pada bidang lingkungan dan kelestarian bumi yang menjelaskan dengan detail mengenai hal ini.</p>



<p>Namun, masih banyak orang yang belum memahami bahkan malah merasa kewalahan dengan informasi yang harus diserap dan pada akhirnya menjadi &#8216;aduh, ya sudahlah&#8217;.</p>



<p>Apabila saat ini Anda masih mempelajari penyebab utama pemanasan global, untungnya Anda membuka artikel ini. </p>



<p>Disini kita akan bahas 5 penyebab utama pemanasan global dengan mendalam juga tentunya mudah untuk dipahami.</p>



<p>Baca sampai selesai ya!</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" width="800" height="2000" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2023/12/penyebab-utama-pemanasan-global.png?resize=800%2C2000&#038;ssl=1" alt="penyebab utama pemanasan global" class="wp-image-3254" style="width:413px;height:auto" srcset="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2023/12/penyebab-utama-pemanasan-global.png?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2023/12/penyebab-utama-pemanasan-global.png?resize=120%2C300&amp;ssl=1 120w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2023/12/penyebab-utama-pemanasan-global.png?resize=410%2C1024&amp;ssl=1 410w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2023/12/penyebab-utama-pemanasan-global.png?resize=768%2C1920&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2023/12/penyebab-utama-pemanasan-global.png?resize=614%2C1536&amp;ssl=1 614w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2023/12/penyebab-utama-pemanasan-global.png?resize=600%2C1500&amp;ssl=1 600w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Terdapat 5 penyebab dominan terhadap pemanasan global yang wajib kita pahami.</h2>



<ol class="wp-block-list">
<li><a href="#emisi-karbon-dioksida-dari-bahan-bakar-fosil">Emisi Karbon dioksida dari bahan bakar fosil.</a></li>



<li><a href="#penggundulan-huta-atau-deforestasi">Penggundulan hutan atau deforestasi.</a></li>



<li><a href="#emisi-dari-metana">Emisi dari Metana.</a></li>



<li><a href="#proses-industri-yang-berjalan-saat-ini">Proses-proses industri yang berjalan saat ini.</a></li>



<li><a href="#produksi-energi-yang-tidak-efisien">Produksi energi yang tidak efisien.</a></li>



<li><a href="#kesimpulan">Kesimpulan dan cara melawannya.</a></li>
</ol>



<p>Tentu saja kita akan bahas satu persatu disini. </p>



<p>Kita akan bahas dari sisi sumber permasalahan, efek yang ditimbulkan, upaya yang dilakukan untuk meringankan kondisi tersebut, dan kebijakan juga persetujuan internasional yang diupayakan untuk menangani masalah ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="emisi-karbon-dioksida-dari-bahan-bakar-fosil">#1 Emisi Karbon dioksida dari bahan bakar fosil.</h2>



<p>Emisi Karbon Dioksida (CO2) dari bahan bakar fosil merupakan kontributor utama perubahan iklim, dan pemahaman terhadap permasalahan ini sangatlah penting.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Sumber emisi Karbon dioksida dari bahan bakar fosil.</h3>



<h4 class="wp-block-heading">Produksi energi.<br></h4>



<p>Sumber emisi CO2 terbesar dari bahan bakar fosil adalah pembakaran batu bara, minyak, dan gas alam untuk produksi listrik dan panas. </p>



<p>Pembangkit listrik tenaga batu bara mempunyai emisi CO2 yang sangat tinggi. Masih banyak negara, terutama negara berkembang yang memakai bahan bakar fosil sebagai sumber energi untuk menghasilkan listrik. </p>



<p>Masih banyak tantangan yang menghambat perubahan dari penggunaan bahan bakar fosil menjadi <a href="https://detakbumi.com/gaya-hidup-berkelanjutan-sustainability/energi-terbarukan/">energi terbarukan</a>.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Transportasi yang digunakan manusia baik untuk bergerak juga logistik.<br></h4>



<p>Sektor ini merupakan sumber emisi CO2 terbesar kedua, terutama akibat pembakaran bensin dan solar pada mobil, truk, kapal laut, kereta api, dan pesawat terbang.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Proses industrial yang berjalan saat ini.</h4>



<p>Industri seperti manufaktur baja, semen, dan bahan kimia membakar bahan bakar fosil tidak hanya untuk energi tetapi juga sebagai bagian dari proses produksinya, sehingga melepaskan CO2 yang sangat banyak ke atmosfir.</p>



<p>Industri ini juga berjalan karena tentunya kebutuhan manusia masih sangat bergantung terhadap industri seperti ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Dampak emisi karbon dioksida dan bahan bakar fosil terhadap pemanasan global.</h3>



<p>CO2 merupakan gas rumah kaca, gas rumah kaca membuat panas terperangkap di atmosfer bumi. Terperangkapnya panas inilah yang menyebabkan pemanasan global terjadi.</p>



<p>Konsentrasi CO2 di atmosfer telah meningkat secara dramatis sejak Revolusi Industri akibat aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil.</p>



<p>Terjebaknya CO2 inilah yang menjadi penyebab utama pemanasan global yang terjadi saat ini.</p>



<p>Setelah dilepaskan, CO2 tetap berada di atmosfer dalam waktu yang sangat lama, mulai dari dekade hingga abad. </p>



<p>Keberadaan CO2 yang berkepanjangan ini membuat emisi CO2 saat ini akan terus berdampak pada sistem iklim dari generasi ke generasi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Skala emisi karbon dioksida dalam pemanasan global.</h3>



<p>Secara global, emisi CO2 dari bahan bakar fosil telah meningkat selama satu abad terakhir. </p>



<p>Peningkatan paling pesat terhadap emisi karbon dioksda terjadi dalam beberapa dekade terakhir, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi, terutama di negara-negara berkembang.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Usaha untuk mengurangi emisi karbon dioksida.</h3>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Melakukan perubahan dari bahan bakar fosil ke sumber energi terbarukan.</strong><br>Peralihan dari penggunaan batu bara, minyak, dan gas ke sumber daya terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan pembangkit listrik tenaga air dapat mengurangi emisi CO2 secara signifikan.</li>



<li><strong>Efisiensi penggunaan energi.</strong><br>Meningkatkan efisiensi penggunaan energi dalam transportasi, bangunan, dan industri dapat menurunkan jumlah bahan bakar fosil yang terbakar.</li>



<li><strong>Menerapkan teknologi <em>Carbon Capture and Storage</em> (CCS)</strong>.<br>Teknologi ini melibatkan penangkapan emisi CO2 dari sumber seperti pembangkit listrik dan menyimpannya di bawah tanah untuk mencegahnya memasuki atmosfer.</li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading">Aturan dan persetujuan internasional terhadap masalah ini.</h3>



<p>Kebijakan di tingkat lokal, nasional, dan internasional sangatlah penting untuk mengatasi permasalahan ini. Hal ini mencakup peraturan mengenai emisi, mekanisme penetapan harga karbon, dan investasi pada teknologi berkelanjutan.</p>



<p>Perjanjian internasional seperti <a href="https://unfccc.int/process-and-meetings/the-paris-agreement">Perjanjian Paris</a> bertujuan untuk membatasi pemanasan global dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, dengan fokus utama pada CO2 dari bahan bakar fosil.</p>



<p>Negara-negara baik negara maju ataupun berkembang dituntut untuk memenuhi tujuan yang sudah ditentukan untuk turut beraksi nyata dalam upaya mengurangi emisi karbon dioksida.</p>



<p>Permasalahan emisi karbon dioksida ini merupakan sebuah permasalah yang rumit namun tetap harus ditangani karena kaitannya adalah dengan seluruh kehidupan dimuka bumi.</p>



<p>Kesimpulannya, pengurangan emisi CO2 dari bahan bakar fosil merupakan tantangan kompleks yang memerlukan upaya terkoordinasi di seluruh sektor masyarakat. Hal ini tidak hanya melibatkan solusi teknologi tetapi juga perubahan dalam sistem ekonomi, politik, dan sosial diseluruh negara.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="penggundulan-huta-atau-deforestasi">#2 Penggundulan hutan atau deforestasi.</h2>



<p>Deforestasi atau penggundulan hutan, yaitu pembukaan atau penipisan hutan oleh manusia, merupakan masalah lingkungan hidup yang signifikan dan memiliki dampak yang luas terhadap lingkungan, juga menjadi penyebab utama pemanasan global.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Penyebab dari deforestasi.</h3>



<h4 class="wp-block-heading">Ekspansi lahan pertanian.</h4>



<p>Alasan paling umum terjadinya deforestasi adalah pembukaan lahan untuk pertanian, termasuk produksi tanaman pangan dan penggembalaan ternak.</p>



<p>Pembukaan lahan untuk pertanian banyak terjadi dan masih sering terjadi dikarenakan semakin banyaknya jumlah manusia. Hal ini tentunya berbanding lurus dengan peningkatan jumlah permintaan terhadap makanan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Ekstraksi kayu.</h4>



<p>Ekstraksi kayu untuk tujuan komersial juga menyebabkan deforestasi, terutama jika dilakukan secara ilegal atau tidak lestari.</p>



<p>Proses tanam kembali hutan dengan ekstraksi kayu untuk komersial masih kalah cepat. Selain itu untuk menghijaukan hutan dan mengembalikan biodiversitas dari hutan yang telah digundulkan membutuhkan waktu yang lama.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Urbanisasi dan pembangunan infrastruktur.</h4>



<p>Seiring bertambahnya populasi, kebutuhan akan perumahan dan infastruktur untuk mengakses perumahan baru membuat banyaknya pembukaan lahan hutan.</p>



<p>Semakin banyak jumlah manusia makan jumlah kebutuhan untuk tempat tinggal juga meningkat dan perlahan-lahan akan sekamin terus kekurangan lahan untuk tempat tinggal.</p>



<p>Disinilah teknologi dan ilmu dalam perancangan bangunan akan menjadi tertantang untuk dapat memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal tanpa harus membabat lebih banyak hutan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Pertambangan.</h4>



<p>Sudah menjadi rahasia umum mengenai ekstraksi pertambangan mineral dan minyak memerlukan pembukaan lahan yang signifikan.</p>



<p>Bila Anda mencari foto pertambangan pada mesin pencari, makan akan muncul berbagai macam lubang-lubang tambang dan hutan yang gundul akibat pertambangan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Dampak deforestasi terhadap lingkungan.</h3>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Rusaknya dan hilangnya keanekaragaman hayati atau biodiversitas.</strong><br>Hutan adalah rumah bagi sebagian besar keanekaragaman hayati terestrial asli yang berasal darihutan tersebut. Deforestasi dapat menyebabkan hilangnya habitat bagi banyak spesies, <a href="https://detakbumi.com/fauna-indonesia-bagian-timur/">banyak diantaranya yang terancam punah</a>.</li>



<li><strong>Emisi karbon dioksida.</strong><br>Pohon berfungsi untuk menyerap dan menyimpan karbon dioksida. Seperti yang kita telah bahas sebelumnya bahwa emisi karbon dioksida merupakan salah satu penyebab utama pemanasan global. Ketika hutan ditebang, jumlah pohon yang dapat CO2 menjadi berkurang dan CO2 akhirnya banyak yang kembali ke atmosfer dan berkontribusi terhadap pemanasan global.</li>



<li><strong>Terganggunya siklus air.</strong><br>Pepohonan berperan penting dalam siklus air, termasuk menjaga pola curah hujan lokal dan regional. Deforestasi dapat mengganggu siklus ini, sehingga menyebabkan perubahan curah hujan dan aliran sungai. Belakangan ini pernah Anda pernah kan lihat berita mengenai banjir bandang yang semakin banyak melanda di berbagai belahan muka bumi? Deforestasi yang terus terjadilah yang menjadi salah satu penyebabnya.</li>



<li><strong>Erosi dan degradasi tanah.</strong><br>Hutan melindungi tanah dari erosi. Tanpa perlindungan ini, tanah akan terdegradasi dan kesuburannya berkurang. Sedangkan kenanekaragaman hayati pada hutan sangat memerlukan kesuburan tanah untuk menjaga siklus kehidupan yang berlangsung dihutan tersebut.</li>
</ol>



<h2 class="wp-block-heading" id="emisi-dari-metana">#3 Emisi dari Metana.</h2>



<p>Emisi dari metana merupakan faktor penting dalam perubahan iklim karena tingginya potensi pemanasan global oleh metana. Berikut penjelasan mendetail mengenai masalah ini:</p>



<h3 class="wp-block-heading">Sumber emisi dari metana.</h3>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Pertanian.</strong><br>Pertanian merupakan sumber emisi metana terbesar, terutama dari fermentasi enterik pada hewan ruminansia seperti sapi dan domba. Selain itu, sawah merupakan sumber penting akibat penguraian bahan organik secara anaerobik di lahan yang tergenang air.</li>



<li><strong>Produksi dan penggunaan bahan bakar fosil.</strong><br>Metana dilepaskan selama ekstraksi, pemrosesan, dan pengangkutan bahan bakar fosil, khususnya gas alam dan minyak. Tambang batu bara juga merupakan sumber penting.</li>



<li><strong>Tempat pembuangan akhir sampah dan pengelolaan sampah.</strong><br>Penguraian sampah organik dalam kondisi anaerobik (bebas oksigen) di tempat pembuangan sampah menghasilkan metana.</li>



<li><strong>Lahan basah dan sumber alami lainnya.</strong><br>Lahan basah alami merupakan sumber metana yang signifikan karena proses dekomposisi anaerobik. Sumber alam lainnya termasuk rayap dan lautan.</li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading">Dampak terhadap perubahan iklim.</h3>



<p>Metana merupakan gas rumah kaca yang kuat, sekitar 28-36 kali lebih efektif dibandingkan CO2 dalam memerangkap panas di atmosfer selama periode 100 tahun. </p>



<p>Meskipun masa aktifnya di atmosfer lebih pendek dibandingkan CO2 (sekitar 12 tahun), dampak langsungnya terhadap pemanasan global jauh lebih tinggi jika dihitung berdasarkan jumlah molekulnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Strategi upaya mitigasi gas metana.</h3>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Terhadap praktik pertanian.</strong><br>Memodifikasi pakan ternak untuk mengurangi <a href="https://www.ccacoalition.org/projects/enteric-fermentation">fermentasi enterik</a>, meningkatkan praktik budidaya padi, dan pengelolaan kotoran yang lebih baik dapat mengurangi emisi dari pertanian secara signifikan.</li>



<li><strong>Sektor bahan bakar fosil.</strong><br>Mengurangi kebocoran metana dalam sistem minyak dan gas melalui peningkatan teknologi dan pemantauan untuk dapat mengurangi emisi. Menangkap metana dari tambang batu bara bisa cukup efektif.</li>



<li><strong>Pengelolaan limbah.</strong><br>Menangkap metana dari tempat pembuangan sampah dan menggunakannya sebagai sumber energi dapat mengurangi emisi. Pengomposan dan pemilahan sampah yang lebih baik juga dapat berperan dalam mitigasi gas metana.</li>



<li><strong>Restorasi lahan basah.</strong><br>Melindungi dan memulihkan <a href="https://indonesia.wetlands.org/id/wetlands/apa-lahan-basah-itu/">lahan basah alami</a> dapat membantu mempertahankan perannya dalam siklus metana global.</li>
</ol>



<h2 class="wp-block-heading" id="proses-industri-yang-berjalan-saat-ini">#4 Proses sektor industri yang berjalan saat ini.</h2>



<p>Proses sektor industri sebagai kontributor perubahan iklim mencakup berbagai kegiatan di berbagai sektor. </p>



<p>Berikut ini penjelasan rinci tentang bagaimana proses-proses ini berdampak pada perubahan iklim:</p>



<h3 class="wp-block-heading">Sektor industri yang menjadi kontribusi utamanya.</h3>



<p>Berikut ini adalah sektor perindustrian yang menjadi sumber emisi gas CO2 yang signifikan.</p>



<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td>Produksi semen</td><td>Proses pembuatan semen merupakan proses yang telah tercatat oleh ilmuan dan pecinta lingkungan hidup sebagai salah satu sumber emisi CO2 yang paling signifikan dalam dunia perindustrian. Proses kimia yang dilakukan pada pembuatan semen telah terbukti merilis emisi CO2 yang sangat banyak.</td></tr><tr><td>Manufaktur baja dan besi</td><td>Industri-industri ini sangat bergantung pada bahan bakar fosil dan melibatkan proses yang mengeluarkan CO2 dalam jumlah besar.</td></tr><tr><td>Produksi bahan kimia</td><td>Produksi bahan kimia, termasuk plastik, pupuk, dan bahan kimia industri lainnya, sering kali melibatkan proses yang mengeluarkan gas rumah kaca.</td></tr><tr><td>Penyulingan minyak dan pengolahan gas</td><td>Proses-proses ini melepaskan berbagai gas rumah kaca, termasuk metana dan CO2.</td></tr></tbody></table></figure>



<h3 class="wp-block-heading">Tipe emisi yang dihasilkan dari sektor industri.</h3>



<p>Terdapat 2 tipe emisi yang ddihasilkan oleh sektor industri, yaitu:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Emisi langsung.</strong><br>Emisi ini terjadi dari reaksi kimia dan pembakaran dalam proses industri. Misalnya saja proses kalsinasi pada produksi semen yang melepaskan CO2.</li>



<li><strong>Emisi tidak langsung.</strong><br>Emisi ini terutama terkait dengan konsumsi listrik oleh industri, yang mungkin dihasilkan dengan menggunakan bahan bakar fosil.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">Emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari sektor industri.</h3>



<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td><strong>Karbon Dioksida (CO2)</strong></td><td>Gas rumah kaca utama yang dihasilkan oleh proses industri, khususnya dari pembakaran bahan bakar fosil untuk energi dan reaksi kimia tertentu.</td></tr><tr><td><strong>Metana (CH4) dan Nitrous Oksida (N2O)</strong></td><td>Gas-gas ini dihasilkan dalam jumlah yang lebih kecil namun secara signifikan lebih berpotensi sebagai gas rumah kaca dibandingkan CO2.</td></tr><tr><td><strong>Gas Berfluorinasi</strong></td><td>Digunakan dalam berbagai aplikasi industri, gas-gas ini, termasuk hidrofluorokarbon, perfluorokarbon, dan sulfur heksafluorida, memiliki potensi pemanasan global yang tinggi.</td></tr></tbody></table></figure>



<h2 class="wp-block-heading" id="produksi-energi-yang-tidak-efisien">#5 Produksi energi yang tidak efisien.</h2>



<p>Produksi energi yang tidak efisien mengacu pada konversi sumber energi yang tidak optimal menjadi energi yang dapat digunakan,dimana hal ini sering kali menyebabkan emisi gas rumah kaca yang berlebihan dan tidak perlu.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Sumber dan Bentuk Inefisiensi</h3>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil.</strong><br>Pembangkit listrik tradisional yang berbahan bakar batubara, gas alam, dan minyak sering kali beroperasi pada tingkat efisiensi yang kurang optimal, ini artinya lebih banyak bahan bakar yang dibakar untuk jumlah listrik yang sama, sehingga menghasilkan emisi yang lebih tinggi.</li>



<li><strong>Kerugian transmisi dan distribusi.</strong><br>Hilangnya energi dalam bentuk panas selama transmisi dan distribusi listrik dari pembangkit listrik ke pengguna akhir juga berkontribusi terhadap inefisiensi.</li>



<li><strong>Teknologi yang kadaluarsa.</strong><br>Pembangkit listrik dan peralatan industri yang usianya sudah tua sering kali tidak memiliki efisiensi dibandingkan alat modern, dimana alat yang lebih tua menggunakan lebih banyak energi untuk melakukan tugas yang sama.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">Dampak produksi energi yang tidak efisien terhadap perubahan iklim.</h3>



<p>Produksi energi yang tidak efisien menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca, khususnya CO2, untuk setiap unit energi yang dihasilkan, sehingga memperburuk perubahan iklim.</p>



<p>Peningkatan konsumsi bahan bakar fosil tidak hanya melepaskan lebih banyak CO2 namun juga menghabiskan sumber daya tak terbarukan tersebut dengan lebih cepat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Tantangan terhadap hal ini didalam negara berkembang.</h3>



<p>Negara-negara berkembang seringkali mengandalkan teknologi yang lebih tua dan kurang efisien untuk produksi energi, karena kendala finansial dan kemajuana teknologi teknologi dinegaranya.</p>



<p>Negara-negara ini menghadapi tantangan ganda dalam memenuhi peningkatan permintaan energi sekaligus berupaya meningkatkan efisiensi energi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Energi efisien dari energi terbarukan.</h3>



<p>Semakin majunya teknologi, perkembangan teknologi untuk pemakaian <a href="https://detakbumi.com/gaya-hidup-berkelanjutan-sustainability/energi-terbarukan/">sumber energi terbarukan</a> saat ini juga semakin baik.</p>



<p>Sumber energi terbarukan seperti tenaga angin, matahari, dan pembangkit listrik tenaga air pada dasarnya lebih efisien dalam hal emisi gas rumah kaca karena hanya melepaskan sedikit atau bahkan tidak mengeluarkan CO2 sama sekali saat menghasilkan listrik.</p>



<p>SUmber energi terbarukan inilah yang saat ini sedang disuarakan sebagai sumber energi yang dapat menopang <a href="https://detakbumi.com/gaya-hidup-berkelanjutan-sustainability/">hidup lebih berkelanjutan</a>.</p>



<p>Namun dalam energi terbarukan juga terdapat tantangannya sendiri. Selain harganya yang lebih mahal, juga dalam upayanya untuk mengintergarasikan energi terbarukan secara merata kesuluh wilayah juga masih sulit.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Bagaimana cara meningkatkan efisiensi energi?</h3>



<p>Selain penggunaan energi terbarukan, cara meningkatkan eefisiensi energi juga dapat dilakukan dengan cara-cara seperti berikut:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Meningkatkan pembangkit listrik dengan teknologi yang lebih efisien dapat mengurangi emisi secara signifikan.</li>



<li>Penerapan teknologi jaringan pintar dapat meminimalkan kerugian transmisi dan distribusi.</li>



<li>Teknologi hemat energi di industri dan bangunan, seperti sistem penerangan, pemanas, dan pendingin yang efisien, dapat mengurangi kebutuhan listrik secara keseluruhan.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="kesimpulan">Kesimpulan dan cara yang dapat membantu melawan penyebab utama pemanasan global.</h3>



<p>Kelima penyebab utama pemanasan global – emisi karbon dioksida dari bahan bakar fosil, penggundulan hutan, emisi metana, proses industri, dan inefisiensi produksi energi – secara kolektif mewakili tantangan yang signifikan bagi lingkungan global. </p>



<p>Masing-masing faktor ini memberikan kontribusi unik terhadap peningkatan konsentrasi gas rumah kaca, yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim terkait.</p>



<p>Namun, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan sebagai manusia untuk membantu mengurangi masalah ini:</p>



<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td><strong>Mengurangi Penggunaan Bahan Bakar Fosil</strong></td><td>Transisi ke sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan pembangkit listrik tenaga air sangatlah penting. <br><br>Pada tingkat individu, hal ini dapat dicapai dengan menggunakan transportasi umum, carpooling, dan memilih kendaraan listrik atau hibrida. <br><br>Mengurangi konsumsi energi di rumah dan tempat kerja dengan mematikan lampu dan peralatan yang tidak digunakan juga membantu.</td></tr><tr><td><strong>Memerangi Deforestasi</strong></td><td>Mendukung upaya reboisasi dan praktik kehutanan berkelanjutan adalah kuncinya. <br><br>Sebagai konsumen, kita dapat berkontribusi dengan memilih produk dari perusahaan yang memiliki kebijakan sumber daya berkelanjutan dan dengan mengurangi konsumsi kertas dan kayu.</td></tr><tr><td><strong>Meminimalkan Emisi Metana</strong></td><td>Hal ini dapat dicapai dengan meningkatkan praktik pertanian, mengurangi limbah makanan, dan mengelola tempat pembuangan sampah dengan baik. <br><br>Secara individu, mengurangi konsumsi daging, khususnya daging sapi dan domba, dapat memberikan perbedaan yang signifikan, karena hewan-hewan ini menghasilkan metana dalam jumlah besar.</td></tr><tr><td><strong>Meningkatkan Efisiensi Industri</strong></td><td>Mengadvokasi kebijakan yang menerapkan standar emisi yang lebih ketat untuk industri dan mendukung perusahaan yang menggunakan praktik berkelanjutan merupakan langkah penting. <br><br>Kita juga dapat berkontribusi dengan memilih membeli produk dari perusahaan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.</td></tr><tr><td><strong>Meningkatkan Efisiensi Energi</strong></td><td>Mendukung dan berinvestasi pada teknologi dan infrastruktur hemat energi sangatlah penting. <br><br>Di rumah, menggunakan peralatan hemat energi, mengisolasi rumah dengan benar, dan memperhatikan penggunaan energi dapat berkontribusi pada efisiensi yang lebih besar secara keseluruhan.</td></tr></tbody></table></figure>



<p>Pendidikan dan kesadaran juga penting. </p>



<p>Mendapatkan informasi tentang penyebab dan dampak perubahan iklim memberdayakan individu untuk membuat pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. </p>



<p>Selain itu, advokasi politik untuk kebijakan lingkungan hidup dan kerja sama internasional sangat penting untuk perubahan skala besar.</p>



<p>Secara kolektif, tindakan-tindakan ini, baik besar maupun kecil, berkontribusi pada upaya global untuk memerangi perubahan iklim. </p>



<p>Meskipun tindakan-tindakan individual mungkin tampak sederhana jika dilakukan secara terpisah, namun jika digabungkan dalam skala global, tindakan-tindakan tersebut dapat memberikan dampak yang besar dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperlambat laju perubahan iklim</p>
<div class="saboxplugin-wrap" itemtype="http://schema.org/Person" itemscope itemprop="author"><div class="saboxplugin-tab"><div class="saboxplugin-gravatar"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/05/4-2.png?resize=100%2C100&#038;ssl=1" width="100"  height="100" alt="" itemprop="image"></div><div class="saboxplugin-authorname"><a href="https://detakbumi.com/author/rhammania/" class="vcard author" rel="author"><span class="fn">Detak Bumi</span></a></div><div class="saboxplugin-desc"><div itemprop="description"><p>Detak Bumi mempunyai misi untuk mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk memahami apa yang sedang terjadi di Bumi terhadap lingkungan, alam, satwa, dan keseluruhan <em>eco system</em>. Kita semua adalah earthlings dan Bumi adalah rumah kita selama kita masih hidup. Masa depan kesehatan dan kelestarian Bumi bergantung kepada aksi nyata kita yang kita lakukan dari sekarang.</p>
</div></div><div class="saboxplugin-web "><a href="https://detakbumi.com" target="_self" >detakbumi.com</a></div><div class="clearfix"></div><div class="saboxplugin-socials "><a title="Facebook" target="_blank" href="http://facebook.com/detakbumi" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-facebook" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 264 512"><path fill="currentColor" d="M76.7 512V283H0v-91h76.7v-71.7C76.7 42.4 124.3 0 193.8 0c33.3 0 61.9 2.5 70.2 3.6V85h-48.2c-37.8 0-45.1 18-45.1 44.3V192H256l-11.7 91h-73.6v229"></path></svg></span></a><a title="Twitter" target="_blank" href="http://twitter.com/detakbumi" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-twitter" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 30 30"><path d="M26.37,26l-8.795-12.822l0.015,0.012L25.52,4h-2.65l-6.46,7.48L11.28,4H4.33l8.211,11.971L12.54,15.97L3.88,26h2.65 l7.182-8.322L19.42,26H26.37z M10.23,6l12.34,18h-2.1L8.12,6H10.23z" /></svg></span></a><a title="Instagram" target="_blank" href="http://instagram.com/detakbumi.id" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-instagram" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 448 512"><path fill="currentColor" d="M224.1 141c-63.6 0-114.9 51.3-114.9 114.9s51.3 114.9 114.9 114.9S339 319.5 339 255.9 287.7 141 224.1 141zm0 189.6c-41.1 0-74.7-33.5-74.7-74.7s33.5-74.7 74.7-74.7 74.7 33.5 74.7 74.7-33.6 74.7-74.7 74.7zm146.4-194.3c0 14.9-12 26.8-26.8 26.8-14.9 0-26.8-12-26.8-26.8s12-26.8 26.8-26.8 26.8 12 26.8 26.8zm76.1 27.2c-1.7-35.9-9.9-67.7-36.2-93.9-26.2-26.2-58-34.4-93.9-36.2-37-2.1-147.9-2.1-184.9 0-35.8 1.7-67.6 9.9-93.9 36.1s-34.4 58-36.2 93.9c-2.1 37-2.1 147.9 0 184.9 1.7 35.9 9.9 67.7 36.2 93.9s58 34.4 93.9 36.2c37 2.1 147.9 2.1 184.9 0 35.9-1.7 67.7-9.9 93.9-36.2 26.2-26.2 34.4-58 36.2-93.9 2.1-37 2.1-147.8 0-184.8zM398.8 388c-7.8 19.6-22.9 34.7-42.6 42.6-29.5 11.7-99.5 9-132.1 9s-102.7 2.6-132.1-9c-19.6-7.8-34.7-22.9-42.6-42.6-11.7-29.5-9-99.5-9-132.1s-2.6-102.7 9-132.1c7.8-19.6 22.9-34.7 42.6-42.6 29.5-11.7 99.5-9 132.1-9s102.7-2.6 132.1 9c19.6 7.8 34.7 22.9 42.6 42.6 11.7 29.5 9 99.5 9 132.1s2.7 102.7-9 132.1z"></path></svg></span></a><a title="Pinterest" target="_blank" href="#" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-pinterest" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 496 512"><path fill="currentColor" d="M496 256c0 137-111 248-248 248-25.6 0-50.2-3.9-73.4-11.1 10.1-16.5 25.2-43.5 30.8-65 3-11.6 15.4-59 15.4-59 8.1 15.4 31.7 28.5 56.8 28.5 74.8 0 128.7-68.8 128.7-154.3 0-81.9-66.9-143.2-152.9-143.2-107 0-163.9 71.8-163.9 150.1 0 36.4 19.4 81.7 50.3 96.1 4.7 2.2 7.2 1.2 8.3-3.3.8-3.4 5-20.3 6.9-28.1.6-2.5.3-4.7-1.7-7.1-10.1-12.5-18.3-35.3-18.3-56.6 0-54.7 41.4-107.6 112-107.6 60.9 0 103.6 41.5 103.6 100.9 0 67.1-33.9 113.6-78 113.6-24.3 0-42.6-20.1-36.7-44.8 7-29.5 20.5-61.3 20.5-82.6 0-19-10.2-34.9-31.4-34.9-24.9 0-44.9 25.7-44.9 60.2 0 22 7.4 36.8 7.4 36.8s-24.5 103.8-29 123.2c-5 21.4-3 51.6-.9 71.2C65.4 450.9 0 361.1 0 256 0 119 111 8 248 8s248 111 248 248z"></path></svg></span></a></div></div></div><p>The post <a href="https://detakbumi.com/5-penyebab-utama-pemanasan-global-yang-penting-untuk-dipahami/">5 Penyebab Utama Pemanasan Global Yang Penting Untuk Dipahami.</a> appeared first on <a href="https://detakbumi.com">Detak Bumi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detakbumi.com/5-penyebab-utama-pemanasan-global-yang-penting-untuk-dipahami/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2794</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Produksi Minyak Kelapa Sawit dan Deforestasi: Kontribusinya terhadap Perubahan Iklim.</title>
		<link>https://detakbumi.com/produksi-minyak-kelapa-sawit-dan-deforestasi-kontribusinya-terhadap-perubahan-iklim/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=produksi-minyak-kelapa-sawit-dan-deforestasi-kontribusinya-terhadap-perubahan-iklim</link>
					<comments>https://detakbumi.com/produksi-minyak-kelapa-sawit-dan-deforestasi-kontribusinya-terhadap-perubahan-iklim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Detak Bumi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2023 05:10:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Climate Now]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detakbumi.com/?p=2397</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Industrinya memperoleh peningkatan ekspor tahun demi tahun. Sayangnya, produksi minyak kelapa sawit di Indonesia berkaitan dengan tingginya tingkat deforestasi yang tentunya membahayakan lingkungan dan mempercepat perubahan iklim. Deforestasi yang merusak keseimbangan ekosistem alam. Minyak kelapa sawit diproduksi dari tanaman kelapa sawit yang tumbuh [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://detakbumi.com/produksi-minyak-kelapa-sawit-dan-deforestasi-kontribusinya-terhadap-perubahan-iklim/">Produksi Minyak Kelapa Sawit dan Deforestasi: Kontribusinya terhadap Perubahan Iklim.</a> appeared first on <a href="https://detakbumi.com">Detak Bumi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[				<div class="wp-block-uagb-table-of-contents uagb-toc__align-left uagb-toc__columns-1  uagb-block-c8de385a      "
					data-scroll= "1"
					data-offset= "30"
					style=""
				>
				<div class="uagb-toc__wrap">
						<div class="uagb-toc__title">
							Table Of Contents													<svg xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" viewBox= "0 0 384 512"><path d="M192 384c-8.188 0-16.38-3.125-22.62-9.375l-160-160c-12.5-12.5-12.5-32.75 0-45.25s32.75-12.5 45.25 0L192 306.8l137.4-137.4c12.5-12.5 32.75-12.5 45.25 0s12.5 32.75 0 45.25l-160 160C208.4 380.9 200.2 384 192 384z"></path></svg>
																			</div>
																						<div class="uagb-toc__list-wrap ">
						<ol class="uagb-toc__list"><li class="uagb-toc__list"><a href="#deforestasi-yang-merusak-keseimbangan-ekosistem-alam" class="uagb-toc-link__trigger">Deforestasi yang merusak keseimbangan ekosistem alam.</a><ul class="uagb-toc__list"><li class="uagb-toc__list"><a href="#merusak-habitat-satwa-dan-tumbuhan-sekitar-juga-mempercepat-perubahan-iklim" class="uagb-toc-link__trigger">Merusak habitat satwa dan tumbuhan sekitar juga mempercepat perubahan iklim.</a><li class="uagb-toc__list"><li class="uagb-toc__list"><a href="#membahayakan-keselamatan-dan-kesejahteraan-penduduk-sekitar" class="uagb-toc-link__trigger">Membahayakan keselamatan dan kesejahteraan penduduk sekitar.</a></li></ul></li><li class="uagb-toc__list"><a href="#dampak-industri-kelapa-sawit-terhadap-lingkungan-dan-satwa-liar-sekitar" class="uagb-toc-link__trigger">Dampak industri kelapa sawit terhadap lingkungan dan satwa liar sekitar.</a><li class="uagb-toc__list"><a href="#upaya-yang-dapat-dilakukan-untuk-melakukan-perbaikan-dan-perubahan-pada-industri-kelapa-sawit" class="uagb-toc-link__trigger">Upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan perbaikan dan perubahan pada industri kelapa sawit.</a><ul class="uagb-toc__list"><li class="uagb-toc__list"><a href="#kemungkinan-strategi-yang-dapat-dilakukan-sebagai-upaya-perbaikan-terhadap-dampak-dari-industri-kelapa-sawit" class="uagb-toc-link__trigger">Kemungkinan strategi yang dapat dilakukan sebagai upaya perbaikan terhadap dampak dari industri kelapa sawit.</a></li></ul></li></ul></li><li class="uagb-toc__list"><a href="#pentingnya-membuat-pilihan-terhadap-apa-yang-kita-konsumsi-dalam-sehari-hari" class="uagb-toc-link__trigger">Pentingnya membuat pilihan terhadap apa yang kita konsumsi dalam sehari-hari.</a><li class="uagb-toc__list"><a href="#kesimpulan" class="uagb-toc-link__trigger">Kesimpulan.</a><li class="uagb-toc__list"><a href="#join-the-tribe" class="uagb-toc-link__trigger">Join the tribe!</a></ul></ul></ol>					</div>
									</div>
				</div>
			


<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p>Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Industrinya memperoleh peningkatan ekspor tahun demi tahun. Sayangnya, produksi minyak kelapa sawit di Indonesia berkaitan dengan tingginya tingkat deforestasi yang tentunya membahayakan lingkungan dan mempercepat perubahan iklim.</p>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Deforestasi yang merusak keseimbangan ekosistem alam.</h2>



<p>Minyak kelapa sawit diproduksi dari tanaman kelapa sawit yang tumbuh di hutan-hutan tropis. Tanaman ini memerlukan banyak ruang untuk tumbuh dan berkembang. Hal ini telah membuat banyak hutan yang harus ditebang untuk memberikan ruang bagi pertumbuhan tanaman ini.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2023/02/pexels-mikhail-nilov-8299770.jpg?resize=760%2C570&#038;ssl=1" alt="minyak kelapa sawit" class="wp-image-2404" style="width:760px;height:570px" width="760" height="570"/><figcaption class="wp-element-caption">Perkebunan kelapa sawit dari tampak atas. Gambar: Mikhail at Pexels.</figcaption></figure>



<h3 class="wp-block-heading alignwide">Merusak habitat satwa dan tumbuhan sekitar juga mempercepat perubahan iklim.</h3>



<p>Deforestasi ini menghancurkan habitat alami bagi berbagai jenis satwa liar sehingga sangat mempengaruhi keseimbangan ekosistem yang alam yang seharusnya sehat.</p>



<p>Deforestasi yang berlebihan juga menyebabkan tingginya tingkat karbon dalam udara dan mengurangi jumlah pohon yang dapat menyerap karbon. Akibatnya adalah peningkatan tingkat karbon dioksida dalam atmosfer dan mempercepat perubahan iklim. </p>



<p>Perubahan iklim memiliki dampak buruk pada lingkungan, termasuk perubahan cuaca ekstrim, peningkatan tingkat air laut, dan kerusakan habitat alami bagi berbagai jenis satwa liar.</p>



<h3 class="wp-block-heading alignwide">Membahayakan keselamatan dan kesejahteraan penduduk sekitar.</h3>



<p>Ekonomi dan kesejahteraan rakyat juga terpengaruh dari perubahan iklim. <a href="https://detakbumi.com/apa-dampak-climate-change-di-indonesia/">Perubahan cuaca dapat mempengaruhi hasil pertanian dan kerusakan infrastruktur akibat bencana alam.</a> </p>



<p>Dalam jangka panjang, dampak negatif produksi kelapa sawit dan deforestasi dapat <a href="https://detakbumi.com/dampak-fast-fashion-terhadap-lingkungan-yuk-berubah/">membahayakan keseimbangan lingkungan</a> dan mengurangi kualitas hidup masyarakat sekitar.</p>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Dampak industri kelapa sawit terhadap lingkungan dan satwa liar sekitar.</h2>



<p>Berikut adalah daftar hewan yang terdampak oleh industri ini di Indonesia dan bagaimana mereka terdampak:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Orangutan: Orangutan merupakan salah satu primata terdampak oleh industri kelapa sawit di Indonesia. <a href="https://savetheorangutan.org/threats/palm-oil/">Deforestasi yang dilakukan untuk membuat lahan pertanian baru menyebabkan hilangnya habitat orangutan</a>, membuat populasi mereka semakin terancam punah.</li>



<li>Badak Sumatera: Badak Sumatera juga terdampak oleh deforestasi untuk industri ini . Hanya ada sedikit populasi badak Sumatera yang tersisa dan mereka memerlukan habitat yang besar untuk bertahan hidup.</li>



<li>Gajah Asia: Gajah Asia juga terdampak oleh industri minyak kelapa sawit. Deforestasi membuat gajah Asia kehilangan habitat dan membuat mereka semakin rentan terhadap kepunahan.</li>



<li>Kera Sumatera: Kera Sumatera juga terdampak oleh industri kelapa sawit. Deforestasi menyebabkan kehilangan habitat dan membuat kera Sumatera semakin terancam punah.</li>



<li>Harimau Sumatera: Harimau Sumatera juga terdampak oleh perkebunan kelapa sawit. Deforestasi menyebabkan kehilangan habitat dan membuat harimau Sumatera semakin terancam punah.</li>
</ol>



<p>Dengan mengetahui bagaimana industri perkebunan ini mempengaruhi hewan-hewan ini, sangat penting bagi kita semua untuk bekerja sama untuk mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa produksi minyak kelapa sawit dapat berkembang secara berkelanjutan dan berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat Indonesia.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2023/02/pexels-kelly-3030283.jpg?resize=773%2C434&#038;ssl=1" alt="industri perkebunan kelapa sawit" class="wp-image-2409" style="width:773px;height:434px" width="773" height="434"/></figure>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan perbaikan dan perubahan pada industri kelapa sawit.</h2>



<p>Untuk mengurangi dampak negatif produksi minyak kelapa sawit terhadap lingkungan dan perubahan iklim, perlu adanya upaya-upaya yang berkesinambungan dan berkolaborasi. </p>



<h3 class="wp-block-heading alignwide">Kemungkinan strategi yang dapat dilakukan sebagai upaya perbaikan terhadap dampak dari industri kelapa sawit.</h3>



<p>Pemerintah, industri, dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan solusi yang berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Seperti pengembangan teknologi produksi minyak kelapa sawit yang lebih ramah lingkungan, pengembangan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan penegakan hukum yang lebih ketat terhadap praktik-praktik deforestasi yang merugikan lingkungan.</p>



<p>Dalam hal teknologi, perlu adanya inovasi untuk memproduksi minyak kelapa sawit dengan metode yang lebih ramah lingkungan. Hal ini dapat meliputi pengembangan teknik budidaya tanaman yang lebih efisien, penggunaan sumber energi alternatif, dan pengurangan emisi gas rumah kaca.</p>



<p>Pemerintah juga harus menegakkan hukum dan memastikan bahwa perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia mematuhi standar lingkungan dengan ketat. Ini termasuk memastikan bahwa perusahaan-perusahaan tidak melakukan deforestasi liar dan memenuhi persyaratan pengelolaan lingkungan yang berkontribusi positif bagi lingkungan.</p>



<p>Nyatanya, upaya untuk mengurangi dampak negatif produksi minyak kelapa sawit membutuhkan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk industri, pemerintah, dan masyarakat. Semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan bahwa produksinya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa merugikan lingkungan dan mempercepat perubahan iklim.</p>



<p>Untuk membuat industri minyak kelapa sawit menjadi lebih baik di Indonesia, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Promosi praktik budidaya tanaman yang ramah lingkungan, seperti pengembangan teknik budidaya yang lebih efisien dan penggunaan sumber energi alternatif.</li>



<li>Penegakan hukum yang lebih ketat terhadap praktik-praktik deforestasi yang merugikan lingkungan dan memastikan bahwa perusahaan-perusahaan mematuhi standar lingkungan yang ketat.</li>



<li>Partisipasi dari berbagai pihak, termasuk industri, pemerintah, dan masyarakat. Memastikan bahwa produksi minyak kelapa sawit tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa merugikan lingkungan dan mempercepat perubahan iklim.</li>



<li>Inovasi teknologi untuk memproduksi minyak kelapa sawit dengan metode yang lebih ramah lingkungan.</li>



<li>Pendidikan dan sensibilisasi masyarakat tentang pentingnya lingkungan dan bagaimana industri minyak kelapa sawit dapat mempengaruhi lingkungan dan perubahan iklim.</li>
</ol>



<p>Dengan melakukan hal-hal tersebut, diharapkan industri kelapa sawit dapat berkembang secara berkelanjutan.</p>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Pentingnya membuat pilihan terhadap apa yang kita konsumsi dalam sehari-hari.</h2>



<p>Banyak sekali produk untuk kebutuhan sehari-hari yang memiliki bahan dasar minyak kelapa sawit. Mulai dari minyak goreng, sabun, krimer kopi, hingga lipstik.</p>



<p>Sebagai konsumen kita harus lebih pintar dalam pemilihan produk yang kita pakai. Pilih merk yang diketahui bertanggung jawab terhadap setiap proses pembuatan produknya. Pilih merk yang turut aktif dalam upaya perbaikan lingkungan dan ekosistem alam.</p>



<p>Semakin banyak individu yang lebih peduli terhadap lingkungan dalam memilih produk yang dipakai dalam sehari-hari, make tentunya akan semakin baik untuk kelestarian bumi.</p>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Kesimpulan.</h2>



<p>Situasi industri kelapa sawit di Indonesia saat ini memiliki pengaruh besar terhadap lingkungan dan perubahan iklim. Deforestasi yang dilakukan untuk membuat lahan pertanian baru sangat merugikan lingkungan dan mempercepat perubahan iklim. Selain itu, praktik-praktik yang merugikan lingkungan masih sering terjadi, meskipun sudah ada upaya untuk mengatasinya.</p>



<p>Namun, situasi ini dapat berubah jika berbagai pihak, bekerja sama untuk memastikan bahwa produksi minyak kelapa sawit tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa merugikan lingkungan. Inovasi teknologi, pendidikan dan sensibilisasi masyarakat, serta penegakan hukum yang lebih ketat juga dapat membantu mengatasi masalah ini.</p>



<p>Dengan demikian, situasi industri kelapa sawit di Indonesia saat ini membutuhkan solusi yang berkelanjutan. dan berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat Indonesia.</p>



<section class="wp-block-uagb-columns uagb-columns__wrap uagb-columns__background-color uagb-columns__stack-mobile uagb-columns__valign- uagb-columns__gap-10 alignfull uagb-block-c77043ec uagb-columns__columns-2 uagb-columns__max_width-theme"><div class="uagb-columns__overlay"></div><div class="uagb-columns__inner-wrap uagb-columns__columns-2">
<div class="wp-block-uagb-column uagb-column__wrap uagb-column__background-undefined uagb-block-d3df7ac5"><div class="uagb-column__overlay"></div>
<h2 class="wp-block-heading has-ast-global-color-8-color has-text-color has-x-large-font-size">Join the tribe!</h2>



<p class="has-ast-global-color-8-color has-text-color has-medium-font-size">Setiap akhir bulan kami akan mengirimkan Anda kabar dan <em>update</em> terbaru yang sedang terjadi didunia lingkungan, satwa, dan lifestyle yang menunjang gaya hidup <em>sustainable</em>.</p>



<p class="has-ast-global-color-8-color has-text-color has-small-font-size">Kami juga tidak menyukai spam, jadi jangan khawatir.</p>
</div>



<div class="wp-block-uagb-column uagb-column__wrap uagb-column__background-none uagb-block-c5d9fd9e"><div class="uagb-column__overlay"></div>
<div class="wp-block-leadin-hubspot-form-block">
						<script data-jetpack-boost="ignore">
							window.hsFormsOnReady = window.hsFormsOnReady || [];
							window.hsFormsOnReady.push(()=>{
								hbspt.forms.create({
									portalId: 21797312,
									formId: "7bb7cd4c-1b8f-488a-9516-3a8743e71d78",
									target: "#hbspt-form-1777130327000-5279167526",
									region: "na1",
									
							})});
						</script>
						<div class="hbspt-form" id="hbspt-form-1777130327000-5279167526"></div></div>
</div>
</div></section>
<div class="saboxplugin-wrap" itemtype="http://schema.org/Person" itemscope itemprop="author"><div class="saboxplugin-tab"><div class="saboxplugin-gravatar"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/05/4-2.png?resize=100%2C100&#038;ssl=1" width="100"  height="100" alt="" itemprop="image"></div><div class="saboxplugin-authorname"><a href="https://detakbumi.com/author/rhammania/" class="vcard author" rel="author"><span class="fn">Detak Bumi</span></a></div><div class="saboxplugin-desc"><div itemprop="description"><p>Detak Bumi mempunyai misi untuk mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk memahami apa yang sedang terjadi di Bumi terhadap lingkungan, alam, satwa, dan keseluruhan <em>eco system</em>. Kita semua adalah earthlings dan Bumi adalah rumah kita selama kita masih hidup. Masa depan kesehatan dan kelestarian Bumi bergantung kepada aksi nyata kita yang kita lakukan dari sekarang.</p>
</div></div><div class="saboxplugin-web "><a href="https://detakbumi.com" target="_self" >detakbumi.com</a></div><div class="clearfix"></div><div class="saboxplugin-socials "><a title="Facebook" target="_blank" href="http://facebook.com/detakbumi" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-facebook" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 264 512"><path fill="currentColor" d="M76.7 512V283H0v-91h76.7v-71.7C76.7 42.4 124.3 0 193.8 0c33.3 0 61.9 2.5 70.2 3.6V85h-48.2c-37.8 0-45.1 18-45.1 44.3V192H256l-11.7 91h-73.6v229"></path></svg></span></a><a title="Twitter" target="_blank" href="http://twitter.com/detakbumi" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-twitter" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 30 30"><path d="M26.37,26l-8.795-12.822l0.015,0.012L25.52,4h-2.65l-6.46,7.48L11.28,4H4.33l8.211,11.971L12.54,15.97L3.88,26h2.65 l7.182-8.322L19.42,26H26.37z M10.23,6l12.34,18h-2.1L8.12,6H10.23z" /></svg></span></a><a title="Instagram" target="_blank" href="http://instagram.com/detakbumi.id" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-instagram" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 448 512"><path fill="currentColor" d="M224.1 141c-63.6 0-114.9 51.3-114.9 114.9s51.3 114.9 114.9 114.9S339 319.5 339 255.9 287.7 141 224.1 141zm0 189.6c-41.1 0-74.7-33.5-74.7-74.7s33.5-74.7 74.7-74.7 74.7 33.5 74.7 74.7-33.6 74.7-74.7 74.7zm146.4-194.3c0 14.9-12 26.8-26.8 26.8-14.9 0-26.8-12-26.8-26.8s12-26.8 26.8-26.8 26.8 12 26.8 26.8zm76.1 27.2c-1.7-35.9-9.9-67.7-36.2-93.9-26.2-26.2-58-34.4-93.9-36.2-37-2.1-147.9-2.1-184.9 0-35.8 1.7-67.6 9.9-93.9 36.1s-34.4 58-36.2 93.9c-2.1 37-2.1 147.9 0 184.9 1.7 35.9 9.9 67.7 36.2 93.9s58 34.4 93.9 36.2c37 2.1 147.9 2.1 184.9 0 35.9-1.7 67.7-9.9 93.9-36.2 26.2-26.2 34.4-58 36.2-93.9 2.1-37 2.1-147.8 0-184.8zM398.8 388c-7.8 19.6-22.9 34.7-42.6 42.6-29.5 11.7-99.5 9-132.1 9s-102.7 2.6-132.1-9c-19.6-7.8-34.7-22.9-42.6-42.6-11.7-29.5-9-99.5-9-132.1s-2.6-102.7 9-132.1c7.8-19.6 22.9-34.7 42.6-42.6 29.5-11.7 99.5-9 132.1-9s102.7-2.6 132.1 9c19.6 7.8 34.7 22.9 42.6 42.6 11.7 29.5 9 99.5 9 132.1s2.7 102.7-9 132.1z"></path></svg></span></a><a title="Pinterest" target="_blank" href="#" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-pinterest" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 496 512"><path fill="currentColor" d="M496 256c0 137-111 248-248 248-25.6 0-50.2-3.9-73.4-11.1 10.1-16.5 25.2-43.5 30.8-65 3-11.6 15.4-59 15.4-59 8.1 15.4 31.7 28.5 56.8 28.5 74.8 0 128.7-68.8 128.7-154.3 0-81.9-66.9-143.2-152.9-143.2-107 0-163.9 71.8-163.9 150.1 0 36.4 19.4 81.7 50.3 96.1 4.7 2.2 7.2 1.2 8.3-3.3.8-3.4 5-20.3 6.9-28.1.6-2.5.3-4.7-1.7-7.1-10.1-12.5-18.3-35.3-18.3-56.6 0-54.7 41.4-107.6 112-107.6 60.9 0 103.6 41.5 103.6 100.9 0 67.1-33.9 113.6-78 113.6-24.3 0-42.6-20.1-36.7-44.8 7-29.5 20.5-61.3 20.5-82.6 0-19-10.2-34.9-31.4-34.9-24.9 0-44.9 25.7-44.9 60.2 0 22 7.4 36.8 7.4 36.8s-24.5 103.8-29 123.2c-5 21.4-3 51.6-.9 71.2C65.4 450.9 0 361.1 0 256 0 119 111 8 248 8s248 111 248 248z"></path></svg></span></a></div></div></div><p>The post <a href="https://detakbumi.com/produksi-minyak-kelapa-sawit-dan-deforestasi-kontribusinya-terhadap-perubahan-iklim/">Produksi Minyak Kelapa Sawit dan Deforestasi: Kontribusinya terhadap Perubahan Iklim.</a> appeared first on <a href="https://detakbumi.com">Detak Bumi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detakbumi.com/produksi-minyak-kelapa-sawit-dan-deforestasi-kontribusinya-terhadap-perubahan-iklim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2397</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Cara Menyelamatkan Bumi?</title>
		<link>https://detakbumi.com/bagaimana-cara-menyelamatkan-bumi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bagaimana-cara-menyelamatkan-bumi</link>
					<comments>https://detakbumi.com/bagaimana-cara-menyelamatkan-bumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Detak Bumi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Nov 2022 02:08:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Climate Now]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detakbumi.com/?p=2104</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagaimana cara menyelamatkan bumi? Pertanyaan ini memang cukup berat untuk dipikirkan dan dibahas dengan seksama. Namun, kali ini kita akan mencoba berpikir lebih dalam tentang keselamatan planet kita. Sebelum membahas bagaimana cara menyelamatkan bumi, kita harus pahami terlebih dulu kenapa kita sekarang sampai dititik kerusakan bumi saat ini. Dimana, banyak orang mulai tersadar bahwa mereka [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://detakbumi.com/bagaimana-cara-menyelamatkan-bumi/">Bagaimana Cara Menyelamatkan Bumi?</a> appeared first on <a href="https://detakbumi.com">Detak Bumi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[				<div class="wp-block-uagb-table-of-contents uagb-toc__align-left uagb-toc__columns-1  uagb-block-c8de385a      "
					data-scroll= "1"
					data-offset= "30"
					style=""
				>
				<div class="uagb-toc__wrap">
						<div class="uagb-toc__title">
							Table Of Contents													<svg xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" viewBox= "0 0 384 512"><path d="M192 384c-8.188 0-16.38-3.125-22.62-9.375l-160-160c-12.5-12.5-12.5-32.75 0-45.25s32.75-12.5 45.25 0L192 306.8l137.4-137.4c12.5-12.5 32.75-12.5 45.25 0s12.5 32.75 0 45.25l-160 160C208.4 380.9 200.2 384 192 384z"></path></svg>
																			</div>
																						<div class="uagb-toc__list-wrap ">
						<ol class="uagb-toc__list"><li class="uagb-toc__list"><a href="#cerita-tentang-manusia" class="uagb-toc-link__trigger">Cerita tentang manusia.</a><li class="uagb-toc__list"><a href="#masalah-yang-semakin-sulit-untuk-dihindari" class="uagb-toc-link__trigger">Masalah Yang Semakin Sulit Untuk Dihindari</a><ul class="uagb-toc__list"><li class="uagb-toc__list"><a href="#kerusakan-alam-dan-semakin-banyaknya-spesies-yang-punah" class="uagb-toc-link__trigger">Kerusakan alam dan semakin banyaknya spesies yang punah.</a></li></ul></li><li class="uagb-toc__list"><a href="#bagaimana-cara-menyelamatkan-bumi" class="uagb-toc-link__trigger">Bagaimana cara menyelamatkan bumi?</a><ul class="uagb-toc__list"><li class="uagb-toc__list"><a href="#1-revolusi-dalam-pemakaian-sumber-energi" class="uagb-toc-link__trigger">#1 Revolusi dalam pemakaian sumber energi.</a><li class="uagb-toc__list"><li class="uagb-toc__list"><a href="#2-revolusi-pertanian-dan-makanan" class="uagb-toc-link__trigger">#2 Revolusi pertanian dan makanan.</a><ul class="uagb-toc__list"><li class="uagb-toc__list"><a href="#sistem-pertanian" class="uagb-toc-link__trigger">Sistem pertanian.</a><li class="uagb-toc__list"><li class="uagb-toc__list"><a href="#makanan" class="uagb-toc-link__trigger">Makanan.</a></li></ul><li class="uagb-toc__list"><a href="#3-mengelola-lautan-dengan-baik" class="uagb-toc-link__trigger">#3 Mengelola lautan dengan baik.</a><ul class="uagb-toc__list"><li class="uagb-toc__list"><a href="#menyepakati-secara-internasional-untuk-menentukan-lebih-banyak-wilayah-dilarang-memancing" class="uagb-toc-link__trigger">Menyepakati secara internasional untuk menentukan lebih banyak wilayah dilarang memancing.</a><li class="uagb-toc__list"><li class="uagb-toc__list"><a href="#membuat-perjanjian-akan-penggunaan-laut-yang-lebih-tertib-dan-ramah-lingkungan" class="uagb-toc-link__trigger">Membuat perjanjian akan penggunaan laut yang lebih tertib dan ramah lingkungan.</a></li></ul><li class="uagb-toc__list"><a href="#4-berkomitmen-dan-bekerja-keras-untuk-meliarkan-kembali-banyak-alam-yang-telah-diambil-manusia" class="uagb-toc-link__trigger">#4 Berkomitmen dan bekerja keras untuk meliarkan kembali banyak alam yang telah diambil manusia.</a></li></ul></li></ul></li><li class="uagb-toc__list"><a href="#beraksi-dengan-nyata-menyelamatkan-bumi" class="uagb-toc-link__trigger">Beraksi dengan nyata menyelamatkan bumi.</a><li class="uagb-toc__list"><a href="#kesimpulan" class="uagb-toc-link__trigger">Kesimpulan.</a></ul></ul></ol>					</div>
									</div>
				</div>
			


<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<div style="height:40px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p>Bagaimana cara menyelamatkan bumi? Pertanyaan ini memang cukup berat untuk dipikirkan dan dibahas dengan seksama. Namun, kali ini kita akan mencoba berpikir lebih dalam tentang keselamatan planet kita.</p>



<p>Sebelum membahas bagaimana cara menyelamatkan bumi, kita harus pahami terlebih dulu kenapa kita sekarang sampai dititik kerusakan bumi saat ini. Dimana, banyak orang mulai tersadar bahwa mereka harus melakukan sesuatu untuk ikut berperan dalam aksi menyelamatkan Bumi.</p>



<p>Perubahan iklim yang ekstrim sudah menempatkan Bumi pada krisis iklim yang dampaknya sangat fatal. Seperti musim panas yang sangat panas diberbagai negara, banjir bandang yang besar dan banyak korban, juga <a href="https://ourworldindata.org/extinctions">tingkat kepunahan spesies yang bertambah dengan sangat cepat</a>.</p>



<p>Untuk menjawab pertanyaan bagaimana cara menyelamatkan bumi, kita harus mengerti terlebih dulu apa yang telah membuat bumi menjadi seperti sekarang. Tentunya semua ini berkaitan dengan spesies yang paling besar dan banyak keberadaannya di Bumi, yaitu manusia.</p>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Cerita tentang manusia.</h2>



<p>Kita telusuri kembali kenapa kita berada dititik kerusakan Bumi yang terjadi saat ini.</p>



<p>Sekitar 20000 tahun yang lalu manusia berjumlah kurang dari 1 juta orang. Manusia juga merupakan spesies yang harus melakukan perburuan untuk mendapatkan makanan. Pada saat itu kebutuhan manusia masih seimbang dengan apa yang tersedia di Bumi.</p>



<p>Hidup dengan cara berburu, bergantung, dan menyelaraskan kehidupan dengan alam mungkin merupakan sebuah gaya hidup cara yang bisa ditopang bumi. Dengan cara ini manusia dapat bertahan lama dan melanjutkan kehidupan dari generasi ke generasi. Namun, kehidupan seperti itu tentunya tidaklah mudah.</p>



<p>Karena pada masa ini, bumi menentukan kehidupan manusia.</p>



<p>Manusia menggunakan kecerdasan dan ilmu untuk mengatasi kesulitan yang ada. Manusia belajar cara menjinakan hewan, mendomestikasi hewan, dan belajar cara bagaimana mendapatkan sumber daya lebih banyak dari alam. Lalu terjadi ledakan populasi manusia yang dahsyat diberbagai belahan bumi, ledakan populasi ini sangat berpengaruh terhadap permintaan kebutuhan manusia.</p>



<p>Setiap sebuah permasalahan terhadap kebutuhan manusia yang muncul, masalah tersebut hampir semua bisa diatasi. Hal ini yang menjadi salah satu faktor utama dan terbesar yang berperan dalam perubahan permukaan Bumi.</p>



<p>Manusia semakin banyak mengambil tempat di permukaan Bumi untuk dijadikan tempat tinggal, mengeruk sumber daya alam dengan cara-cara yang banyak merusak lingkungan, membuka semakin banyak lahan untuk dijadikan lahan pertanian dan beternak, dan teknik menangkap ikan yang menimbulkan masalah seperti penangkapan ikan yang berlebihan dan rusaknya ekosistem laut.</p>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Masalah Yang Semakin Sulit Untuk Dihindari</h2>



<p>Kita mulai dari <em>The Age of Human</em> atau yang disebut oleh para ilmuan sebagai <em>The Anthropocene</em>.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/10/chuttersnap-gDDas5_ALRw-unsplash.jpg?resize=910%2C607&#038;ssl=1" alt="cara menyelamatkan bumi" class="wp-image-2135" style="width:910px;height:607px" width="910" height="607"/><figcaption class="wp-element-caption">Manusia, spesies dengan jumlah terbanyak dimuka Bumi. Gambar: Unsplash.</figcaption></figure>



<p><em>The Age of Human</em> adalah masa dimana manusia telah berhasil menemukan cara untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan mudah dan efisien. Keberhasilan ini tentunya telah mengubah siklus dan membuat situasi berbalik lebih menguntungkan bagi manusia.</p>



<p><em>The table have turned</em>, dan manusia menjadi penentu bertahan dan lestarinya alam.</p>



<p>Karena kecerdasan yang dimiliki, manusia mampu mengambil dan memakai sebanyak-banyaknya SDA. Gaya hidup manusia tidak lagi seperti dulu pada zaman berburu dan mengumpulkan makanan.</p>



<p>Namun terdapat efek samping dari hal ini yang sudah terlalu lama dikesampingkan oleh manusia. Selain itu orang-orang yang berada diposisi pengambil keputusan yang berpengaruh juga lebih banyak membuat keputusan-keputusan yang tidak menguntungkan Bumi.</p>



<p><em>The Age of Human</em> memang menguntungkan dan memudahkan kehidupan manusia. Namun, pola kehidupan ini sayangnya tidak akan bisa bertahan lama dalam jangka panjang.</p>



<h3 class="wp-block-heading alignwide">Kerusakan alam dan semakin banyaknya spesies yang punah.</h3>



<p>Alam yang rusak dimana-mana tidak akan bisa memberikan SDA dan keseimbangan siklus kehidupan kepada semua makhluk yang hidup di bumi.</p>



<p>Coba pikirkan secara seksama, spesies kita, manusia, telah banyak menebang pohon sejumlah lebih dari 3 trilyun pohon. Ini termasuk dengan pohon-pohon yang tumbuh dihutan primer. </p>



<p>Manusia telah membuat bumi menjadi <em>less and less and less wild</em>. Hal ini mengakibatkan spesies hewan liar telah berkurang sebanyak 60% selama 50 tahun terakhir.</p>



<p>Kita, manusia telah menempatkan lebih banyak spesies kita, hewan domestifikasi, dan tanaman modifikasi di planet kita. Saat ini manusia dan hewan ternak merupakan 96% dari jumlah mamalia dan 70% burung yang berada di Bumi. Hal ini merupakan sebuah dominasi yang luar biasa tidak berimbang bukan?</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/11/jo-anne-mcarthur-TlVNZvr_lf0-unsplash-scaled.jpg?resize=752%2C500&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-2190" style="width:752px;height:500px" width="752" height="500" srcset="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/11/jo-anne-mcarthur-TlVNZvr_lf0-unsplash-scaled.jpg?w=2560&amp;ssl=1 2560w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/11/jo-anne-mcarthur-TlVNZvr_lf0-unsplash-scaled.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/11/jo-anne-mcarthur-TlVNZvr_lf0-unsplash-scaled.jpg?resize=1024%2C682&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/11/jo-anne-mcarthur-TlVNZvr_lf0-unsplash-scaled.jpg?w=2000&amp;ssl=1 2000w" sizes="(max-width: 752px) 100vw, 752px" /><figcaption class="wp-element-caption">Peternakan sapi. Gambar: Jo-Anne McArthur, Unsplash</figcaption></figure>



<p><em>Biodeversity</em> atau keanekaragaman hayati tidak lagi seperti dulu. Dimana, hal ini merupakan masalah yang besar bagi bumi. Kenapa masalah besar? </p>



<p>Karena perlu diketahui setiap spesies hewan maupun tanaman memiliki peranan yang penting untuk keseimbangan ekosistem bumi, kesehatan bumi beserta penduduknya. Planet kita membutuhkan setiap spesies untuk bekerja sesuai perannya masing-masing. Dan tentunya hal ini hanya akan berlangsung bila spesies tersebut sehat secara keseluruhan.</p>



<p>Bumi yang dulu dengan alamnya yang asri tidaklah lagi sama dengan bumi yang sekarang. </p>



<p>Bumi yang sekarang, <em>less wild earth</em>, menjadi lebih sulit dan mungkin tidak akan mampu kedepannya untuk menampung dan menyediakan begitu banyak kebutuhan manusia.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/11/pexels-vlad-chetan-2892618.jpg?resize=756%2C503&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-2209" style="width:756px;height:503px" width="756" height="503"/><figcaption class="wp-element-caption">Wajah pertambangan. Gambar: Vlad Chetan.</figcaption></figure>



<p>Planet kita menjadi kewalahan untuk memenuhi kebutuhan manusia, menjaga kestabilan cuaca, menampung efek samping dan sisa dari apa yang telah dipakai manusia. </p>



<p>Keanekaragaman hayati dibutuhkan bumi untuk menjaga stabilitas kehidupan diatasnya. Tanpa keanekaragaman hayati yang sehat dan stabil maka bumi sulit untuk bekerja dengan normal.</p>



<p><em>We are now totally out of balance with nature.</em> Masalah ini adalah masalah terbesar yang sedang dihadapi kita sebagai manusia saat ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Bagaimana cara menyelamatkan bumi?</h2>



<p>Salah satu penyebab ledakan populasi manusia adalah angka lahir yang tinggi dan meningkatknya jumlah manusia yang memiliki umur panjang.</p>



<p>Logikanya untuk mendapatkan solusi terbaik dalam cara menyelamatkan bumi adalah <strong>keanekaragaman hayati yang sehat adalah stabilitas kehidupan bumi dan stabilitas kehidupan bumi adalah yang paling dibutuhkan untuk kestabilan, kesehatan, dan kebaikan seluruh penduduk bumi yang dimana penduduknya bukan hanya manusia saja.</strong></p>



<p>Terdapat cara-cara yang tentunya dapat dilakukan oleh manusia dan diperkirakan dapat membantu membuat keadaan bumi sekarang untuk menjadi lebih baik. </p>



<p>Namun tentu saja cara-cara tersebut tidak dapat hanya dilakukan oleh satu-dua orang saja. Melainkan kerjasama dan komitmen dari setiap manusia untuk bersama-sama melakukannya. Sekarang, apa saja caranya?</p>



<h3 class="wp-block-heading alignwide">#1 Revolusi dalam pemakaian sumber energi.</h3>



<p>Secara bertahap kita harus menyudahkan dan menghentikan sebagian besar pemakaian bahan bakar fosil. Mungkin bagi banyak orang masih belum terbayang dan bertanya apakah benar bisa manusia menjalankan kehidupan dengan mengurangi energi yang berasal dari bahan bakar fosil?</p>



<p>Memang sepertinya sulit mengingat begitu banyak yang kita gunakan memerlukan energi dari bahan bakar fosil. Contohnya adalah industri pembuatan plastik dan karet, bahan bakar aviasi, dan bahan bakar kendaraan.</p>



<p>Tidak hanya itu, bahan bakar fosil juga banyak dipakai diberbagai macam industri produksi alat-alat yang membantu kehidupan manusia.</p>



<p>Namun, jawabannya bisa dan tentunya bertahap dan dalam jangka panjang. Perlahan-lahan kita harus bisa beralih ke <em><a href="https://www.un.org/en/climatechange/what-is-renewable-energy?gclid=Cj0KCQiAgribBhDkARIsAASA5btQdjfsG6q8ZcHb6G0YRTpTLtMoDVk_KWzjJZ8g14SvNxnUD5fhaCsaAnUrEALw_wcB">renewable energy</a></em>, seperti energy tenaga matahari, dan turbin angin sebagai salah satu solusi untuk sumber energy.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/11/rabih-shasha-tTv6Lo5uQVQ-unsplash-scaled.jpg?resize=754%2C566&#038;ssl=1" alt="cara menyelamatkan bumi renewable energy" class="wp-image-2194" style="width:754px;height:566px" width="754" height="566" srcset="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/11/rabih-shasha-tTv6Lo5uQVQ-unsplash-scaled.jpg?w=2560&amp;ssl=1 2560w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/11/rabih-shasha-tTv6Lo5uQVQ-unsplash-scaled.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/11/rabih-shasha-tTv6Lo5uQVQ-unsplash-scaled.jpg?w=2000&amp;ssl=1 2000w" sizes="(max-width: 754px) 100vw, 754px" /><figcaption class="wp-element-caption">Turbin angin. Gambar: Rabih Shasha, Unsplash.</figcaption></figure>



<p>Dengan berkembangnya teknologi diharapkan akan semakin banyak kreasi dan penemuan yang dapat lebih banyak mendukung penggunaan <em>renewable energy</em>.</p>



<p>Cara lain yang dapat mendukung revolusi pemakaian energi adalah dengan melakukan penangkapan kembali CO2 atau melakukan <a href="https://www.youtube.com/watch?v=dZtnOnqcDN4">decarbonisasi terhadap CO2 yang terkandung didalam bahan bakar fosil dan mengembalikan karbon tersebut kedalam tanah</a>.</p>



<p>Terdapat juga upaya yang sedang dilakukan dalam ujicoba sepertu <em><a href="https://www.youtube.com/watch?v=zDyh-H7AAcg">e-fuel</a></em> atau <em>synthetic fuel</em>. Kedepannya e-fuel ini diharapkan dapat menggantikan fungsi bahan bakar fosil sebagai bahan bakar transportasi yang ada saat ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading alignwide">#2 Revolusi pertanian dan makanan.</h3>



<h4 class="wp-block-heading alignwide">Sistem pertanian.</h4>



<p>Saat ini untuk mendapatkan makanan, masyarakat bergantung dari pertanian dan peternakan yang ada. Seperti yang telah kita bahas, banyak praktik peternakan yang sayangnya justru merusak lingkungan dan menjadi salah satu <a href="https://detakbumi.com/apa-dampak-climate-change-di-indonesia/">penyebab perubahan iklim</a>.</p>



<p>Melakukan pembaruan atau <em>upgrading</em> pertanian ke cara yang lebih efisien dan <em>sustainable</em>, juga mengurangi konsumsi daging secara masal, merupakan cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki sistem sumber makanan dari pertanian dan peternakan.</p>



<p>Pembaruan terhadap sistem pertanian dilakukan agar hasil pertanian menjadi lebih sehat, efisien dalam melakukan praktik pertaniannya. Pertanian yang membutuhkan sedikit lahan, lebih sedikit air, organik, dan tentunya dengan hasil yang lebih banyak.</p>



<p>Teknik pertanian yang <em>sustainable</em> seperti pertanian regeneratif atau <em>r</em><a href="https://www.youtube.com/watch?v=HuRpEA1sFow"><em>egenerative agriculture</em> dipercaya dapat membantu upaya manusia dalam memecahkan masalah perubahan iklim</a>. Selain itu, terdapat juga sistem pertanian seperti food forest <em>permaculture</em> yang cukup banyak di praktikan di Costa Rica.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/11/markus-spiske-9cHVqn9bBpQ-unsplash.jpg?resize=723%2C1085&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-2196" style="width:723px;height:1085px" width="723" height="1085"/><figcaption class="wp-element-caption">Vertical farming. Gambar: Markus Spiske, Unsplash.</figcaption></figure>



<p>Masih banyak teknik pertanian lain yang sustainable baik yang sudah terbukti maupun yang masih dalam tahap uji coba.</p>



<p>Mengubah sistem pertanian secara keseluruhan menjadi pertanian yang ramah lingkungan, lebih efisien, dan memperhatikan keanekaragaman hayati diperlukan untuk menselaraskan upaya dalam menyelematkan bumi dari perubahan iklim.</p>



<h4 class="wp-block-heading alignwide">Makanan.</h4>



<p>Pada sistem kehidupan manusia dahulu, seperti pada era kerajaan-kerajaan, sebagian besar orang memiliki pola makan yang lebih sederhana. Pola makan cenderung lebih banyak berbahan dasar tanaman (<em>plant-based diet</em>) dengan sedikit daging.</p>



<p>Berbeda sekali dengan pola makan saat ini dimana banyak orang hampir memakan daging setiap hari dan menjadikan daging sebagai salah satu bahan pokok makanan. </p>



<p>Permintaan terhadap daging yang melesat telah merubah sistem pertanian dari yang sebelumnya sangat sederhana dengan jumlah produksi daging yang secukupnya menjadi sistem pertanian yang berlangsung saat ini.</p>



<p>Sistem pertanian dan peternakan saat ini menjadi salah satu penyumbang emisi gas terbesar dari sederetan penyumbang terbesar lainnya seperti pemakaian energi dan industri manufaktur.</p>



<p>Hutan-hutan banyak ditebang untuk membuka lahan pertanian dan lahan peternakan. Banyak keanekaragaman hayati dan ekosistem yang tidak seimbang dan menjadi rusak, dimana hal ini juga menyebabkan punahnya spesies-spesies tanaman dan hewan.</p>



<p>Melihat akibat yang timbul dari pola makan kita saat ini, sudah seharusnya lebih banyak orang untuk sepakat dan berubah pindah ke pola <a href="https://detakbumi.com/apa-itu-sustainable-food-atau-makanan-berkelanjutan/">makan yang lebih baik dan <em>sustainable</em></a> untuk masa depan seluruh makhluk yang ada dibumi.</p>



<p>Mulailah kita memilih untuk memakan makanan yang sumbernya dapat kita ketahui apakah <em>sustainable</em> atau tidak. Kurangi konsumsi daging atau buat 1 bulan penuh dalam setahun menjadi bulan vegetarian/vegan untuk Anda dan keluarga.</p>



<h3 class="wp-block-heading alignwide">#3 Mengelola lautan dengan baik.</h3>



<p>Mengelola lautan dengan baik akan dapat membantu upaya untuk menyelamatkan bumi. Mungkin sebagian dari Anda bertanya pengelolaan laut yang bagaimana yang baik untuk menjaga bumi. Terdapat beberapa ide untuk melakukannya.</p>



<h4 class="wp-block-heading alignwide">Menyepakati secara internasional untuk menentukan lebih banyak wilayah dilarang memancing.</h4>



<p>Salah satu masalah terbesar yang ada pada lautan adalah <em>overfishing</em> atau penangkapan ikan yang berlebihan. <em>Overfishing</em> ini menyebabkan ikan tidak memiliki waktu yang cukup untuk berepsoduksi kembali.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/11/pexels-oziel-gomez-1578445.jpg?resize=753%2C502&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-2205" style="width:753px;height:502px" width="753" height="502"/><figcaption class="wp-element-caption">Gambar: Oziel Gomez, Pexels.</figcaption></figure>



<p>Menyepakati secara internasional terhadap wilayah dilarang memancing akan memberikan kesempatan kepada ikan-ikan untuk bereproduksi lebih banyak dan melakukan pemulihan terhadap jumlahnya.</p>



<p>Dengan begini ekosistem laut perlahan akan menjadi pulih dan lebih baik dan dengan cara begini pula lautan dapat menyediakan lebih banyak ikan untuk dimakan oleh manusia.</p>



<h4 class="wp-block-heading alignwide">Membuat perjanjian akan penggunaan laut yang lebih tertib dan ramah lingkungan.</h4>



<p>Saat ini seperti yang kita ketahui, lautan digunakan untuk menangkap ikan, riset tentang kelautan, wisata laut, berbagai macam pertambangan, penanaman jalur nirkabel dibawah laut, dan sebagai lalu lintas kapal baik kapal transportasi juga lalu lintas ekspor dan impor.</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/11/james-lewis-6Pw6_VxIkLE-unsplash.jpg?resize=753%2C501&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-2207" style="width:753px;height:501px" width="753" height="501" srcset="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/11/james-lewis-6Pw6_VxIkLE-unsplash-scaled.jpg?resize=1024%2C683&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/11/james-lewis-6Pw6_VxIkLE-unsplash-scaled.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/11/james-lewis-6Pw6_VxIkLE-unsplash-scaled.jpg?w=2000&amp;ssl=1 2000w" sizes="(max-width: 753px) 100vw, 753px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gambar: James Lewis, Unsplash</figcaption></figure>



<p>Dibutuhkan kesepakatan dan regulasi antar negara yang lebih baik dalam pengaturan penggunaan laut. Dimana dalam kesepakatan tersebut tidak hanya mengatur wilayah dilarang menangkap ikan saja, namun juga regulasi tentang pertambangan dalam laut yang lebih baik, lalu lintas ekspor-impor yang lebih baik, juga pembangunan apapun yang dilakukan dipermukaan dan dibawah permukaan laut.</p>



<p>Hal tersebut bertujuan agar kegiatan-kegiatan tersebut memiliki dampak yang kecil sekali terhadap kerusakan laut.</p>



<p>Selain itu juga pemimpin negara-negara harus lebih tegas dalam pengaturan dan pengolahan terhadap sampah agar sampah-sampah tidak berakhir dilautan. Sampah yang saat ini mengambang dilautan telah membahayakan banyak spesies laut, tidak hanya mamalia laut atau ikan, namun juga mengancam kesehatan biodiversitas laut.</p>



<h3 class="wp-block-heading alignwide">#4 Berkomitmen dan bekerja keras untuk meliarkan kembali banyak alam yang telah diambil manusia.</h3>



<p>Manusia harus bisa bersatu, bekerja sama dengan komitmen yang tinggi untuk kemabli meliarkan SDA yang sudah tidak terpakai.</p>



<p>Pola pikir manusia harus bisa berubah dan banyak mengajak banyak orang untuk lebih mendorong pemikiran bahwa kesehatan alam merupakan hal yang terpenting saat ini untuk kebaikan semuanya.</p>



<p>Memperbaiki kembali ekosistem laut yang telah rusak, meliarkan kembali hutan yang telah terpakai baik untuk pertanian ataupun pertambangan dan mengembalikan keanekaragam hayati yang telah rusak pada lahan tersebut, bahkan semaksimal mungkin menghijaukan kota-kota yang kita tempati.</p>



<p>Bila kita bisa benar-benar menerapkan upaya ini secara bersama, <em>we will be back on track</em>, walaupun waktunya tentu saja tidak singkat.</p>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Beraksi dengan nyata menyelamatkan bumi.</h2>



<p>Semua cara dan upaya yang disebutkan diatas, tidak akan terealisasi bila tidak ada aksi nyata dari kita, manusia. Urusan darurat iklim ini sudah seharusnya diperlakukan sebagaimana kita menangani sebuah darurat.</p>



<p>Masih banyak yang tidak peduli dengan keadaan perubahan iklim atau <em>climate change</em>. Tidak sedikit juga orang yang mulai tahu dan ingin melakukan sesuatu namun tidak tahu harus mulai dari mana.</p>



<p>Untuk menyelamatkan bumi dari <em>climate change</em> dan krisis iklim bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah dan bisa dilakukan dalam waktu yang cepat. Membutuhkan persatuan dan kesepakatan sebanyak mungkin manusia yang hidup untuk menyelamatkan bumi.</p>



<p>Anda, saat ini mungkin telah mengetahui dan memahami tentang krisis iklim atau <em>climate change</em>, salah satu masalah terbesar yang pernah dihadapi manusia. </p>



<p><strong>Sudah saatnya kita melakukan aksi dimulai dari diri sendiri, jangan pernah merasa aksi Anda terlalu kecil atau tidak akan berdampak besar.</strong> </p>



<p>Contoh: bila Anda menghitung jumlah sampah Anda sendiri dalam setahun, tentunya tumpukan sampah tersebut akan menggunung bukan? Sedangkan Anda masih bisa mengurangi jumlah sampah tersebut atau bahkan berubah secara keseluruhan dengan <a href="https://detakbumi.com/cara-memulai-gaya-hidup-zero-waste/">mengadopsi gaya hidup <em>zero waste</em></a>.</p>



<p>Contoh lainnya, bila semakin banyak dari Anda semua bila bisa membiasakan diri Anda untuk tidak memakan daging dalam satu bulan setiap tahunnya, tentunya akan berdampak terhadap permintaan pasar daging bukan?</p>



<p>Sekecil apapun langkah Anda untuk menjaga dan turut mempraktikan upaya dalam menyelamatkan bumi akan sangat berpengaruh sekali terhadap masa depan bumi nantinya.</p>



<p>Seperti yang dikatakan oleh Jane Goodall:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><em>You cannot get through a single day without having an impact on the world around you. What you do makes a difference and you have to decide what kind of difference you want to make.</em></p>
<cite>Jane Goodall</cite></blockquote>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><em>Anda tidak dapat melewati satu haripun tanpa berdampak terhadap dunia disekitar Anda. Apa yang Anda lakukan dapat membuat perbedaan dan Anda harus memutuskan perbedaan seperti apa yang ingin Anda buat.</em></p>
<cite>Jane Goodall</cite></blockquote>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Kesimpulan.</h2>



<p>Reduce our impat and make sure everything we do, we can do forever. Kata-kata ini dikutip dari sebuah video yang berjudul <em><a href="https://www.youtube.com/watch?v=0Puv0Pss33M">How to  Save Our Planet</a></em>.</p>



<p>Kurangi dampak manusia, dan pastikan apapun yang kita lakukan (gaya hidup, makanan, seluruh perindustrian) dapat dilakukan selama mungkin dibuka bumi.</p>



<p>Masa zaman Anthropocene atau <em>The Age of Human</em> harus segera berubah. Manusia harus bisa menurunkan egonya dan lebih banyak memikirkan spesies lain yang juga hidup bergantung dengan kesehatan bumi.</p>



<p>Memahami masalah krisis iklim dan mengatasinya benar-benar seperti krisis. Memulai semuanya dari diri sendiri dan ajak sebanyak-banyaknya orang untuk memahami masalah yang sedang kita hadapi ini.</p>
<div class="saboxplugin-wrap" itemtype="http://schema.org/Person" itemscope itemprop="author"><div class="saboxplugin-tab"><div class="saboxplugin-gravatar"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/05/4-2.png?resize=100%2C100&#038;ssl=1" width="100"  height="100" alt="" itemprop="image"></div><div class="saboxplugin-authorname"><a href="https://detakbumi.com/author/rhammania/" class="vcard author" rel="author"><span class="fn">Detak Bumi</span></a></div><div class="saboxplugin-desc"><div itemprop="description"><p>Detak Bumi mempunyai misi untuk mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk memahami apa yang sedang terjadi di Bumi terhadap lingkungan, alam, satwa, dan keseluruhan <em>eco system</em>. Kita semua adalah earthlings dan Bumi adalah rumah kita selama kita masih hidup. Masa depan kesehatan dan kelestarian Bumi bergantung kepada aksi nyata kita yang kita lakukan dari sekarang.</p>
</div></div><div class="saboxplugin-web "><a href="https://detakbumi.com" target="_self" >detakbumi.com</a></div><div class="clearfix"></div><div class="saboxplugin-socials "><a title="Facebook" target="_blank" href="http://facebook.com/detakbumi" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-facebook" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 264 512"><path fill="currentColor" d="M76.7 512V283H0v-91h76.7v-71.7C76.7 42.4 124.3 0 193.8 0c33.3 0 61.9 2.5 70.2 3.6V85h-48.2c-37.8 0-45.1 18-45.1 44.3V192H256l-11.7 91h-73.6v229"></path></svg></span></a><a title="Twitter" target="_blank" href="http://twitter.com/detakbumi" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-twitter" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 30 30"><path d="M26.37,26l-8.795-12.822l0.015,0.012L25.52,4h-2.65l-6.46,7.48L11.28,4H4.33l8.211,11.971L12.54,15.97L3.88,26h2.65 l7.182-8.322L19.42,26H26.37z M10.23,6l12.34,18h-2.1L8.12,6H10.23z" /></svg></span></a><a title="Instagram" target="_blank" href="http://instagram.com/detakbumi.id" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-instagram" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 448 512"><path fill="currentColor" d="M224.1 141c-63.6 0-114.9 51.3-114.9 114.9s51.3 114.9 114.9 114.9S339 319.5 339 255.9 287.7 141 224.1 141zm0 189.6c-41.1 0-74.7-33.5-74.7-74.7s33.5-74.7 74.7-74.7 74.7 33.5 74.7 74.7-33.6 74.7-74.7 74.7zm146.4-194.3c0 14.9-12 26.8-26.8 26.8-14.9 0-26.8-12-26.8-26.8s12-26.8 26.8-26.8 26.8 12 26.8 26.8zm76.1 27.2c-1.7-35.9-9.9-67.7-36.2-93.9-26.2-26.2-58-34.4-93.9-36.2-37-2.1-147.9-2.1-184.9 0-35.8 1.7-67.6 9.9-93.9 36.1s-34.4 58-36.2 93.9c-2.1 37-2.1 147.9 0 184.9 1.7 35.9 9.9 67.7 36.2 93.9s58 34.4 93.9 36.2c37 2.1 147.9 2.1 184.9 0 35.9-1.7 67.7-9.9 93.9-36.2 26.2-26.2 34.4-58 36.2-93.9 2.1-37 2.1-147.8 0-184.8zM398.8 388c-7.8 19.6-22.9 34.7-42.6 42.6-29.5 11.7-99.5 9-132.1 9s-102.7 2.6-132.1-9c-19.6-7.8-34.7-22.9-42.6-42.6-11.7-29.5-9-99.5-9-132.1s-2.6-102.7 9-132.1c7.8-19.6 22.9-34.7 42.6-42.6 29.5-11.7 99.5-9 132.1-9s102.7-2.6 132.1 9c19.6 7.8 34.7 22.9 42.6 42.6 11.7 29.5 9 99.5 9 132.1s2.7 102.7-9 132.1z"></path></svg></span></a><a title="Pinterest" target="_blank" href="#" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-pinterest" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 496 512"><path fill="currentColor" d="M496 256c0 137-111 248-248 248-25.6 0-50.2-3.9-73.4-11.1 10.1-16.5 25.2-43.5 30.8-65 3-11.6 15.4-59 15.4-59 8.1 15.4 31.7 28.5 56.8 28.5 74.8 0 128.7-68.8 128.7-154.3 0-81.9-66.9-143.2-152.9-143.2-107 0-163.9 71.8-163.9 150.1 0 36.4 19.4 81.7 50.3 96.1 4.7 2.2 7.2 1.2 8.3-3.3.8-3.4 5-20.3 6.9-28.1.6-2.5.3-4.7-1.7-7.1-10.1-12.5-18.3-35.3-18.3-56.6 0-54.7 41.4-107.6 112-107.6 60.9 0 103.6 41.5 103.6 100.9 0 67.1-33.9 113.6-78 113.6-24.3 0-42.6-20.1-36.7-44.8 7-29.5 20.5-61.3 20.5-82.6 0-19-10.2-34.9-31.4-34.9-24.9 0-44.9 25.7-44.9 60.2 0 22 7.4 36.8 7.4 36.8s-24.5 103.8-29 123.2c-5 21.4-3 51.6-.9 71.2C65.4 450.9 0 361.1 0 256 0 119 111 8 248 8s248 111 248 248z"></path></svg></span></a></div></div></div><p>The post <a href="https://detakbumi.com/bagaimana-cara-menyelamatkan-bumi/">Bagaimana Cara Menyelamatkan Bumi?</a> appeared first on <a href="https://detakbumi.com">Detak Bumi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detakbumi.com/bagaimana-cara-menyelamatkan-bumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2104</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apa Yang Dimaksud Dengan Krisis Iklim?</title>
		<link>https://detakbumi.com/apa-yang-dimaksud-dengan-krisis-iklim/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=apa-yang-dimaksud-dengan-krisis-iklim</link>
					<comments>https://detakbumi.com/apa-yang-dimaksud-dengan-krisis-iklim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Detak Bumi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2022 01:18:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Climate Now]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detakbumi.com/?p=1411</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2020-an merupakan dekade yang &#8220;kritis&#8221; bagi kesehatan Bumi. Dekade pada rentang tahun 2020-an dinilai sebagai penentu aksi apa saja yang dapat diambil oleh setiap negara untuk menyelamatkan bumi dari krisis iklim. Apa yang dimaksud dengan krisis iklim? Terdapat banyak faktor yang menyebabkan krisis iklim di Bumi, salah satunya adalah jumlah emisi karbon yang dihasilkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://detakbumi.com/apa-yang-dimaksud-dengan-krisis-iklim/">Apa Yang Dimaksud Dengan Krisis Iklim?</a> appeared first on <a href="https://detakbumi.com">Detak Bumi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[				<div class="wp-block-uagb-table-of-contents uagb-toc__align-left uagb-toc__columns-1  uagb-block-cd46aacc      "
					data-scroll= "1"
					data-offset= "30"
					style=""
				>
				<div class="uagb-toc__wrap">
						<div class="uagb-toc__title">
							Table Of Contents													<svg xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" viewBox= "0 0 384 512"><path d="M192 384c-8.188 0-16.38-3.125-22.62-9.375l-160-160c-12.5-12.5-12.5-32.75 0-45.25s32.75-12.5 45.25 0L192 306.8l137.4-137.4c12.5-12.5 32.75-12.5 45.25 0s12.5 32.75 0 45.25l-160 160C208.4 380.9 200.2 384 192 384z"></path></svg>
																			</div>
																						<div class="uagb-toc__list-wrap ">
						<ol class="uagb-toc__list"><li class="uagb-toc__list"><a href="#jadi-apa-yang-dimaksud-dengan-krisis-iklim" class="uagb-toc-link__trigger">Jadi, apa yang dimaksud dengan krisis iklim?</a><ul class="uagb-toc__list"><li class="uagb-toc__list"><a href="#apa-penyebab-terjadinya-krisis-iklim" class="uagb-toc-link__trigger">Apa penyebab terjadinya krisis iklim?</a><ul class="uagb-toc__list"><li class="uagb-toc__list"><a href="#apa-saja-sih-contoh-aktivitas-manusia-yang-menyebabkan-krisis-iklim" class="uagb-toc-link__trigger">Apa saja sih contoh aktivitas manusia yang menyebabkan krisis iklim?</a></li></ul></li></ul></li><li class="uagb-toc__list"><a href="#seberapa-buruk-krisis-iklim-yang-sedang-terjadi-saat-ini" class="uagb-toc-link__trigger">Seberapa buruk krisis iklim yang sedang terjadi saat ini?</a><li class="uagb-toc__list"><a href="#bahaya-yang-ditimbulkan-oleh-krisis-iklim" class="uagb-toc-link__trigger">Bahaya yang ditimbulkan oleh krisis iklim.</a><li class="uagb-toc__list"><a href="#apa-yang-bisa-kita-lakukan-terhadap-krisis-iklim" class="uagb-toc-link__trigger">Apa yang bisa kita lakukan terhadap krisis iklim?</a><li class="uagb-toc__list"><a href="#kesimpulan" class="uagb-toc-link__trigger">Kesimpulan</a></ul></ul></ol>					</div>
									</div>
				</div>
			


<p>Tahun 2020-an merupakan dekade yang &#8220;kritis&#8221; bagi kesehatan Bumi. Dekade pada rentang tahun 2020-an dinilai sebagai penentu aksi apa saja yang dapat diambil oleh setiap negara untuk <a href="https://detakbumi.com/apa-dampak-climate-change-di-indonesia/">menyelamatkan bumi dari krisis iklim</a>. Apa yang dimaksud dengan krisis iklim?</p>



<p>Terdapat banyak faktor yang menyebabkan krisis iklim di Bumi, salah satunya adalah jumlah emisi karbon yang dihasilkan dari bahan bakar fosil, minyak, dan agrikultur. Aktivitas manusia telah menghasilkan sebuah <a href="https://wedocs.unep.org/bitstream/handle/20.500.11822/30797/EGR2019.pdf">rekor data yang tinggi dalam perilisan gas emisi</a> tanpa menunjukan arah perubahan yang signifikan dalam upaya mengurangi gas emisi tersebut.</p>



<p>Pada artikel ini Anda akan mempelajari apa itu krisis iklim dan bagaimana krisis iklim mempengaruhi kehidupan seluruh penduduk Bumi.</p>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Jadi, apa yang dimaksud dengan krisis iklim?</h2>



<p><strong>Krisis iklim adalah sebuah ketentuan yang disepakati dan digunakan untuk menggambarkan situasi iklim yang semakin membahayakan kehidupan di Bumi. Iklim saat ini tidak hanya sekedar berubah, namun perubahan iklim yang sedang terjadi telah membuat krisis dimana-mana. Bila situasi ini tidak dihentikan, maka konsekuensinya dapat menimbulkan malapetaka yang sangat dapat mempengaruhi kehidupan di Bumi.</strong></p>



<p>Pada <a href="https://www.ipcc.ch/2021/08/09/ar6-wg1-20210809-pr/">laporan IPCC</a> (<em>International Government Panel of Climate Change</em>) pada tahun 2021, dengan tingkat saat ini, dunia pada tahun 2030 akan menjadi lebih panas 1.5˚C. rentang waktu selama 1 dekade merupakan waktu yang singkat untuk membuat sebuah perubahan besar bukan?</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/07/noaa-NBwP2jjnATE-unsplash-scaled.jpg?resize=1280%2C854&#038;ssl=1" alt="apa yang dimaksud dengan krisis iklim" class="wp-image-1470" style="width:1280px;height:854px" width="1280" height="854" srcset="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/07/noaa-NBwP2jjnATE-unsplash-scaled.jpg?w=2560&amp;ssl=1 2560w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/07/noaa-NBwP2jjnATE-unsplash-scaled.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/07/noaa-NBwP2jjnATE-unsplash-scaled.jpg?w=2000&amp;ssl=1 2000w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption class="wp-element-caption">Mencairnya gunung es di area Arctic. Gambar: Unsplash</figcaption></figure>



<p>Mungkin memang 1.5˚C terlihat seperti sebuah perubahan kecil, namun perlu diketahui kenaikan angka tersebut merupakan pertaruhan hidup dan mati bagi ribuan makhluk di Bumi, termasuk juga manusia.</p>



<p>Bumi memang memiliki siklus terhadap panas dan dinginnya sendiri, namun siklus tersebut tidak seperti yang kita lihat saat ini. Tercatat dari tahun 2014, Bumi mengalami pemanasan suhu yang sangat tinggi hingga mencatat rekor terpanas yang mungkin tidak pernah terjadi sebelumnya pada siklus bumi.</p>



<p>Kenaikan suhu bumi juga bukan serta merta bumi hanya menjadi panas. Cara kerja iklim Bumi cukup kompleks, sehingga kenaikan suhu yang kecil saja akan berpengaruh sangat besar terhadap kehidupan di Bumi.</p>



<h3 class="wp-block-heading alignwide">Apa penyebab terjadinya krisis iklim?</h3>



<p>Penyebab terjadinya krisis iklim adalah banyaknya aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan dengan sangat berlebihan. Kegatan manusia yang memakai bahan bakar fosil dan aktivitas lain yang menghasilkan gas emisi karbon yang tinggi.</p>



<h4 class="wp-block-heading alignwide">Apa saja sih contoh aktivitas manusia yang menyebabkan krisis iklim?</h4>



<ul class="wp-block-list">
<li>penggunaan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak dan gas yang sudah sangat berlebihan sehingga jumlah karbon dioksida menumpuk di atmosfir melebihi kapasitas normal, karbon dioksida yang menumpuk juga tetap aktif dalam waktu yang lama</li>



<li>permintaan agrikultur yang bebasis hewan semakin meningkat, hal ini membuat perilisan gas metana dan nitrous oxide meningkat dengan sangat cepat</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Seberapa buruk krisis iklim yang sedang terjadi saat ini?</h2>



<p><em>It&#8217;s bad</em>. Buruk.</p>



<p>Dilansir dari <a href="https://www.nytimes.com/interactive/2020/04/19/climate/climate-crash-course-1.html">New York Times</a>, situasi krisis iklim saat ini sudah sangat buruk dan salah satu contoh konsekuensinya yang paling nyata baru saja kita rasakan yaitu pandemi global.</p>



<p>Perdebatan yang sering terjadi mengenai krisis iklim adalah seberapa cepat krisis iklim terjadi dan seberapa jauh krisis iklim bisa terjadi. Prediksi para ilmuan mengenai efek dari krisis iklim seperti badai yang hebat, gelombang panas, munculnya virus baru, pencairan lapisan es, dan naiknya level permukaan laut sudah terjadi dan terjadi semakin cepat.</p>



<p>Wilayah Artic mengalami pemanasan suhu lebih cepat dari tempat lainnya dimuka Bumi, sekitar 2.5x lebih cepat, sejak pertengahan tahun 1990an. Pada tahun 2019 suhu rata-rata diwilayah Arctic adalah 1.9 derajat celcius, dimana suhu ini lebih tinggi dari rata-rata suhu di Arctic pada rentang tahun 1981-2010.</p>



<p>Bumi saat ini juga mengalami pemanasan yang lebih cepat. Kecepatan ini terakselerasi dari aktivitas manusia yang tadi disebutkan. Dimana hal ini tentunya akan sangat berpengaruh kepada banyak ekosistem dari banyak spesies yang ada di Bumi.</p>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Bahaya yang ditimbulkan oleh krisis iklim.</h2>



<p>Bagi orang-orang yang belum memahami apa yang sedang terjadi terhadap iklim di Bumi saat ini, mungkin akan merasa semua masih baik-baik saja. Namun pada kenyataannya penduduk Bumi tidak baik-baik saja, terlebih lagi bila permasalahan krisis iklim ini tidak ditangani dengan baik dan bijak.</p>



<p>Krisis iklim dapat menimbulkan bahaya yang mengancam banyak spesies lain dan juga berbahaya bagi kesehatan manusia.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/07/muhammad-numan-ZVgxiKJlMk0-unsplash.jpg?resize=1500%2C1000&#038;ssl=1" alt="apa yang dimaksud dengan krisis iklim" class="wp-image-1473" style="width:1500px;height:1000px" width="1500" height="1000"/><figcaption class="wp-element-caption">Penimbunan sampah plastik yang sulit untuk diuraikan dan merusak lingkungan. Gambar: Unsplash</figcaption></figure>



<p>Bahaya yang disebabkan oleh krisis iklim:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>meningkatnya suhu rata-rata Bumi dimana peningkatan suhu ini sangat berbahaya karena dapat menimbulkan gelombang panas yang berlebihan dan mengancam banyak nyawa diberbagai belahan Bumi</li>



<li>munculnya penyakit baru seperi yang baru saja kita rasakan saat pandemi global yang telah berlangsung sejak tahun 2019 dan sudah terbukti pendemi ini sangat mempengaruhi seluruh aktivitas manusia</li>



<li>perubahan iklim yang dapat berpengaruh terhadap produktivitas bahan makanan</li>



<li>semakin banyaknya spesies yang punah karena perubahan ekosistem yang diakibatkan oleh iklim</li>
</ul>



<p>Bahaya-bahaya tersebut hanyalah sebagian besar bahaya dapat langsung dirasakan.</p>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Apa yang bisa kita lakukan terhadap krisis iklim?</h2>



<p>Untuk melawan krisis iklim diperlukan komitmen dan kebersamaan yang kuat mulai dari yang berskala besar seperti organisasi internasional dan pemerintah setiap negara hingga tingkatan terkecil yaitu individu.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>sebagi individu kita harus bisa bekerja sama mendorong politikus dan pejabat dipemerintahan untuk bisa mengatasi masalah ini dengan serius agar mereka dapat mengambil langkah yang tepat dalam permasalahan krisis iklim di negara kita</li>



<li>tingkatkan efisiensi terhadap energi yang kita pakai</li>



<li>gunakan sumber energi alternatif seperti solar panel untuk penggunaan listrik</li>



<li>ketahui dari mana sumber makanan Anda, terapkan <em>vegan month</em> kedalam kehidupan Anda</li>



<li>mulai <a href="https://detakbumi.com/mengenal-green-living-dan-mulai-dari-sekarang/">mengubah gaya hidup Anda menuju ke arah hidup yang <em>sustanainable</em></a></li>



<li><a href="https://detakbumi.com/cara-memulai-gaya-hidup-zero-waste/">kurangi jumlah sampah yang Anda hasilkan</a></li>



<li>hindari clothing brand yang tergolong kedalam <em>fast fashion</em></li>



<li>kurangi penggunaan kendaraan pribadi bila kendaraan Anda belum tergolong ramah lingkungan dan gunakan lebih banyak transportasi umum</li>



<li>bergabung dengan komunitas pecinta lingkungan untuk saling berdiskusi tentang masalah perubahan iklim dan lingkungan , juga untuk terus menyemangati Anda untuk terus perhatian terhadap permasalahan bumi</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Kesimpulan</h2>



<p>Masalah krisis iklim saat ini memperihatinkan dan sudah tergolong cukup darurat. Edukasi diri Anda lebih dalam mengenai <a href="https://detakbumi.com/apa-dampak-climate-change-di-indonesia/">permasalahan perubahan iklim</a> dan krisis iklim. Jangan pernah berpikir aksi kecil dari diri sendiri tidak dapat membawa perubahan yang signifikan, justru perubahan yang dimulai dari tingkat individu bila semakin banyak yang melakukan maka hasilnya akan mejadi besar juga.</p>
<div class="saboxplugin-wrap" itemtype="http://schema.org/Person" itemscope itemprop="author"><div class="saboxplugin-tab"><div class="saboxplugin-gravatar"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/05/4-2.png?resize=100%2C100&#038;ssl=1" width="100"  height="100" alt="" itemprop="image"></div><div class="saboxplugin-authorname"><a href="https://detakbumi.com/author/rhammania/" class="vcard author" rel="author"><span class="fn">Detak Bumi</span></a></div><div class="saboxplugin-desc"><div itemprop="description"><p>Detak Bumi mempunyai misi untuk mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk memahami apa yang sedang terjadi di Bumi terhadap lingkungan, alam, satwa, dan keseluruhan <em>eco system</em>. Kita semua adalah earthlings dan Bumi adalah rumah kita selama kita masih hidup. Masa depan kesehatan dan kelestarian Bumi bergantung kepada aksi nyata kita yang kita lakukan dari sekarang.</p>
</div></div><div class="saboxplugin-web "><a href="https://detakbumi.com" target="_self" >detakbumi.com</a></div><div class="clearfix"></div><div class="saboxplugin-socials "><a title="Facebook" target="_blank" href="http://facebook.com/detakbumi" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-facebook" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 264 512"><path fill="currentColor" d="M76.7 512V283H0v-91h76.7v-71.7C76.7 42.4 124.3 0 193.8 0c33.3 0 61.9 2.5 70.2 3.6V85h-48.2c-37.8 0-45.1 18-45.1 44.3V192H256l-11.7 91h-73.6v229"></path></svg></span></a><a title="Twitter" target="_blank" href="http://twitter.com/detakbumi" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-twitter" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 30 30"><path d="M26.37,26l-8.795-12.822l0.015,0.012L25.52,4h-2.65l-6.46,7.48L11.28,4H4.33l8.211,11.971L12.54,15.97L3.88,26h2.65 l7.182-8.322L19.42,26H26.37z M10.23,6l12.34,18h-2.1L8.12,6H10.23z" /></svg></span></a><a title="Instagram" target="_blank" href="http://instagram.com/detakbumi.id" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-instagram" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 448 512"><path fill="currentColor" d="M224.1 141c-63.6 0-114.9 51.3-114.9 114.9s51.3 114.9 114.9 114.9S339 319.5 339 255.9 287.7 141 224.1 141zm0 189.6c-41.1 0-74.7-33.5-74.7-74.7s33.5-74.7 74.7-74.7 74.7 33.5 74.7 74.7-33.6 74.7-74.7 74.7zm146.4-194.3c0 14.9-12 26.8-26.8 26.8-14.9 0-26.8-12-26.8-26.8s12-26.8 26.8-26.8 26.8 12 26.8 26.8zm76.1 27.2c-1.7-35.9-9.9-67.7-36.2-93.9-26.2-26.2-58-34.4-93.9-36.2-37-2.1-147.9-2.1-184.9 0-35.8 1.7-67.6 9.9-93.9 36.1s-34.4 58-36.2 93.9c-2.1 37-2.1 147.9 0 184.9 1.7 35.9 9.9 67.7 36.2 93.9s58 34.4 93.9 36.2c37 2.1 147.9 2.1 184.9 0 35.9-1.7 67.7-9.9 93.9-36.2 26.2-26.2 34.4-58 36.2-93.9 2.1-37 2.1-147.8 0-184.8zM398.8 388c-7.8 19.6-22.9 34.7-42.6 42.6-29.5 11.7-99.5 9-132.1 9s-102.7 2.6-132.1-9c-19.6-7.8-34.7-22.9-42.6-42.6-11.7-29.5-9-99.5-9-132.1s-2.6-102.7 9-132.1c7.8-19.6 22.9-34.7 42.6-42.6 29.5-11.7 99.5-9 132.1-9s102.7-2.6 132.1 9c19.6 7.8 34.7 22.9 42.6 42.6 11.7 29.5 9 99.5 9 132.1s2.7 102.7-9 132.1z"></path></svg></span></a><a title="Pinterest" target="_blank" href="#" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-pinterest" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 496 512"><path fill="currentColor" d="M496 256c0 137-111 248-248 248-25.6 0-50.2-3.9-73.4-11.1 10.1-16.5 25.2-43.5 30.8-65 3-11.6 15.4-59 15.4-59 8.1 15.4 31.7 28.5 56.8 28.5 74.8 0 128.7-68.8 128.7-154.3 0-81.9-66.9-143.2-152.9-143.2-107 0-163.9 71.8-163.9 150.1 0 36.4 19.4 81.7 50.3 96.1 4.7 2.2 7.2 1.2 8.3-3.3.8-3.4 5-20.3 6.9-28.1.6-2.5.3-4.7-1.7-7.1-10.1-12.5-18.3-35.3-18.3-56.6 0-54.7 41.4-107.6 112-107.6 60.9 0 103.6 41.5 103.6 100.9 0 67.1-33.9 113.6-78 113.6-24.3 0-42.6-20.1-36.7-44.8 7-29.5 20.5-61.3 20.5-82.6 0-19-10.2-34.9-31.4-34.9-24.9 0-44.9 25.7-44.9 60.2 0 22 7.4 36.8 7.4 36.8s-24.5 103.8-29 123.2c-5 21.4-3 51.6-.9 71.2C65.4 450.9 0 361.1 0 256 0 119 111 8 248 8s248 111 248 248z"></path></svg></span></a></div></div></div><p>The post <a href="https://detakbumi.com/apa-yang-dimaksud-dengan-krisis-iklim/">Apa Yang Dimaksud Dengan Krisis Iklim?</a> appeared first on <a href="https://detakbumi.com">Detak Bumi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detakbumi.com/apa-yang-dimaksud-dengan-krisis-iklim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1411</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apa Dampak Climate Change di Indonesia?</title>
		<link>https://detakbumi.com/apa-dampak-climate-change-di-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=apa-dampak-climate-change-di-indonesia</link>
					<comments>https://detakbumi.com/apa-dampak-climate-change-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Detak Bumi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jun 2022 15:10:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Climate Now]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detakbumi.com/?p=284</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belakangan ini, 1 dekade kebelakang, media seperti televisi dan media online sudah semakin meramaikan sebuah topik yang sudah terlalu lama dibiarkan. Climate change. Yes. Climate. Change. Mungkin Anda pernah melihat di media sosial sebuah video yang menceritakan tentang beruang kutub yang semakin sulit untuk mendapatkan makanan. Mungkin juga Anda pernah melihat sebuah film dokumenter mengenai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://detakbumi.com/apa-dampak-climate-change-di-indonesia/">Apa Dampak Climate Change di Indonesia?</a> appeared first on <a href="https://detakbumi.com">Detak Bumi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[				<div class="wp-block-uagb-table-of-contents uagb-toc__align-left uagb-toc__columns-1  uagb-block-63fda477      "
					data-scroll= "1"
					data-offset= "30"
					style=""
				>
				<div class="uagb-toc__wrap">
						<div class="uagb-toc__title">
							Table Of Contents													<svg xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" viewBox= "0 0 384 512"><path d="M192 384c-8.188 0-16.38-3.125-22.62-9.375l-160-160c-12.5-12.5-12.5-32.75 0-45.25s32.75-12.5 45.25 0L192 306.8l137.4-137.4c12.5-12.5 32.75-12.5 45.25 0s12.5 32.75 0 45.25l-160 160C208.4 380.9 200.2 384 192 384z"></path></svg>
																			</div>
																						<div class="uagb-toc__list-wrap ">
						<ol class="uagb-toc__list"><li class="uagb-toc__list"><a href="#kita-pahami-dulu-yuk-apa-itu-climate-change" class="uagb-toc-link__trigger">Kita pahami dulu yuk, apa itu climate change?</a><li class="uagb-toc__list"><a href="#seberapa-besar-climate-change-saat-ini-terjadi" class="uagb-toc-link__trigger">Seberapa besar climate change saat ini terjadi?</a><li class="uagb-toc__list"><a href="#apa-yang-menyebabkan-climate-change-terjadi" class="uagb-toc-link__trigger">Apa yang menyebabkan climate change terjadi?</a><li class="uagb-toc__list"><a href="#dampak-climate-change-di-indonesia-apa-sih" class="uagb-toc-link__trigger">Dampak climate change di Indonesia apa sih?</a><li class="uagb-toc__list"><a href="#kesimpulan" class="uagb-toc-link__trigger">Kesimpulan.</a></ol>					</div>
									</div>
				</div>
			


<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p>Belakangan ini, 1 dekade kebelakang, media seperti televisi dan media online sudah semakin meramaikan sebuah topik yang sudah terlalu lama dibiarkan.</p>



<p><em>Climate change</em>. <em>Yes. Climate. Change.</em></p>



<p>Mungkin Anda pernah melihat di media sosial sebuah video yang menceritakan tentang beruang kutub yang semakin sulit untuk mendapatkan makanan. </p>



<p>Mungkin juga Anda pernah melihat sebuah film dokumenter mengenai es di kutub-kutub Bumi yang semakin cepat mencair dan kebakaran hutan yang setiap tahunnya dimusim  panas semakin besar. </p>



<p>Atau mungkin yang lebih sering kita lihat ditelevisi seperti semakin sulitnya nelayan untuk melaut dan mendapatkan hasil yang memuaskan, atau semakin seringnya gagal panen didunia pertanian.</p>



<p>Semua yang disebutkan diatas adalah sebagian dari efek yang timbul akibat <em>climate change</em>. Disini kita akan bahas <em>climate change</em> dan bahayanya, khususnya di negara kita Indonesia.</p>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Kita pahami dulu yuk, apa itu <em>climate change</em>?</h2>



<p>Jadi, <em>climate change</em> itu apa sih sebenarnya?</p>



<p><em>Climate change</em> adalah perubahan kondisi rata-rata, seperti suhu dan curah hujan, di suatu wilayah dalam jangka waktu yang lama.</p>



<p>Bedanya <em>climate change</em> dengan cuaca apa ya?</p>



<p>Cuaca adalah perubahan yang kita lihat dan kita rasakan setiap hari diluar. Seperti hujan, terik cerah, panas, mendung, dan angin kencang adalah bagian dari cuaca.</p>



<p><em>Climate</em> atau iklim merupakan cuaca yang lebih dari satu atau dua hari. Iklim menggambarkan kondisi cuaca yang diharapkan di suatu wilayah pada waktu tertentu dalam setahun. Climate sebuah wilayah ditentukan dari hasil observasi cuaca dalam waktu yang panjang, kira-kira 10-30 tahun, pada wilayah tersebut.</p>



<p>Perubahan iklim global atau <em>global</em> <em>climate change</em> adalah rata-rata perubahan cuaca jangka panjang di seluruh Bumi. Seperti pemanasan suhu dan perubahan curah hujan, serta efek dari pemanasan bumi, seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>level laut yang semakin tinggi</li>



<li>gunung gletser yang semakin menyusut</li>



<li>kecepatan es meleleh yang semakin cepat di Greenland, Antartika, dan Arctic</li>



<li>perubahan waktu mekarnya bunga dan tanaman</li>



<li>perubahan waktu jatuhnya salju diberbagai negara</li>
</ul>



<p>Walaupun <em>climate</em> Bumi memang berubah-ubah, bahkan dari sebelum adanya manusia dimuka Bumi, namun ilmuan sudah banyak menemukan data perubahan iklim yang tidak normal seperti suhu Bumi yang lebih tinggi dengan cepat dibandingkan dengan 150 tahun kebelakang.</p>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Seberapa besar <em>climate change</em> saat ini terjadi?</h2>



<p>Kita lihat gambar dibawah ini yuk.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/05/121088807_berkeley_earth_land_and_ocean_v4-nc.png?resize=747%2C549&#038;ssl=1" alt="dampak climate change di Indonesia" class="wp-image-295" style="width:747px;height:549px" width="747" height="549" srcset="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/05/121088807_berkeley_earth_land_and_ocean_v4-nc.png?w=2666&amp;ssl=1 2666w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/05/121088807_berkeley_earth_land_and_ocean_v4-nc.png?resize=300%2C220&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/05/121088807_berkeley_earth_land_and_ocean_v4-nc.png?resize=1024%2C752&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/05/121088807_berkeley_earth_land_and_ocean_v4-nc.png?resize=768%2C564&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/05/121088807_berkeley_earth_land_and_ocean_v4-nc.png?resize=1536%2C1128&amp;ssl=1 1536w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/05/121088807_berkeley_earth_land_and_ocean_v4-nc.png?resize=2048%2C1504&amp;ssl=1 2048w, https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/05/121088807_berkeley_earth_land_and_ocean_v4-nc.png?resize=600%2C441&amp;ssl=1 600w" sizes="(max-width: 747px) 100vw, 747px" /><figcaption class="wp-element-caption">Data perubahan suhu Bumi yang di observasi ilmuan di <a href="https://ugc.berkeley.edu/">Universitas Berkeley</a>.</figcaption></figure>



<p>Beberapa area di Bumi mengalami perubahan iklim menjadi lebih hangat dengan sangat cepat dan rata-rata temperatur udara dipermukaan Bumi telah naik sebanyak -16.7 derajat Celcius.</p>



<p>Bila climate change ini tidak ditangani dengan bijak, akibatnya tentu akan sangat mengkhawatirkan sekali. Bumi menjadi tidak nyaman untuk ditinggali dan akan semakin banyak spesies yang punah sehingga ekosistem semakin tidak seimbang.</p>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Apa yang menyebabkan <em>climate change</em> terjadi?</h2>



<p>Terdapat banyak faktor yang berkontribusi dan menyebabkan <em>climate change</em>. Faktor perubahan jarak bumi terhadap matahari, berubahnya kondisi laut, hasil erupsi gunung meletus yang masuk kedalam laut juga bisa menyebabkan perubahan iklim.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" width="768" height="432" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/05/greenhouse-effect.gif?resize=768%2C432&#038;ssl=1" alt="apa itu climate change" class="wp-image-301"/></figure>



<p>Namun yang saat ini banyak ditekankan oleh ilmuan adalah aktifitas manusia yang sudah mulai tidak bisa ditoleransi oleh Bumi. Contoh:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://detakbumi.com/memahami-zero-waste-lifestyle-yang-ramah-lingkungan-dan-manfaatnya/">limbah yang dihasilkan manusia</a>, pengerukan habis tambang-tambang yang kurang memikirkan untuk memperbaiki kembali apa yang telah dirusak</li>



<li>jumlah kendaraan tidak ramah lingkungan yang dipakai</li>



<li>efek praktik ternak masal yang melepaskan jumlah gas pertanian yang tinggi kedalam atmosfir</li>



<li>jumlah sampah yang hasilkan manusia setiap hari</li>



<li>aktifitas harian manusia yang masih banyak kurang ramah lingkungan</li>



<li>penggundulan hutan untuk membuka lahan pertanian</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Dampak <em>climate change</em> di Indonesia apa sih?</h2>



<p>Berbagai negara didunia sudah banyak yang merasakan langsung dampak dari <em>climate change</em>. Tidak terkecuali Indonesia, tanah air kita.</p>



<p>Berikut ini adalah dampak climate change di Indonesia yang sudah mulai terlihat dan dirasakan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>level air laut semakin naik</li>



<li>hujan yang tidak normal dimana semakin sering turun hujan lebat dimusim kemarau</li>



<li>perubahan pola musim dimana musim hujan menjadi sedikit lebih singkat</li>



<li>suhu saat musim kemarau bertambah tinggi</li>



<li>kualitas hutan menurun ditambah dengan semakin banyak deforestasi yang terjadi</li>



<li>munculnya penyakit baru seperti COVID-19 yang mengakibatkan pandemi diseluruh dunia</li>



<li>banyak petani yang mengalami gagal panen</li>



<li>kepunahan beberapa spesies yang membuat ekosistem menjadi tidak seimbang</li>
</ul>



<p>Masih banyak lagi dampak climate change di Indonesia, namun yang disebutkan diatas adalah yang dapat memberikan efek sangat besar terhadap penduduk Indonesia dan tidak hanya manusia saja, juga terhadap flora dan fauna.</p>



<h2 class="wp-block-heading alignwide">Kesimpulan.</h2>



<p><em>Climate change</em> itu nyata dan sudah banyak terasa dampaknya diberbagai negara. Dampak climate change di Indonesia juga sudah terlihat dan terasa dan mempengaruhi kualitas hidup penduduk Indonesia, baik manusia, flora, dan fauna.</p>



<p>Bila kita lakukan riset lebih banyak lagi tentang <em>climate change</em> dan <em>climate crisis</em>, sudah seharusnya kita mulai menjalani <a href="https://detakbumi.com/mengenal-green-living-dan-mulai-dari-sekarang/">gaya hidup yang sustainable</a> untuk kelestarian Bumi dan masa depan yang nyaman untuk seluruh penduduk Bumi (manusia, flora, dan fauna).</p>
<div class="saboxplugin-wrap" itemtype="http://schema.org/Person" itemscope itemprop="author"><div class="saboxplugin-tab"><div class="saboxplugin-gravatar"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/detakbumi.com/wp-content/uploads/2022/05/4-2.png?resize=100%2C100&#038;ssl=1" width="100"  height="100" alt="" itemprop="image"></div><div class="saboxplugin-authorname"><a href="https://detakbumi.com/author/rhammania/" class="vcard author" rel="author"><span class="fn">Detak Bumi</span></a></div><div class="saboxplugin-desc"><div itemprop="description"><p>Detak Bumi mempunyai misi untuk mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk memahami apa yang sedang terjadi di Bumi terhadap lingkungan, alam, satwa, dan keseluruhan <em>eco system</em>. Kita semua adalah earthlings dan Bumi adalah rumah kita selama kita masih hidup. Masa depan kesehatan dan kelestarian Bumi bergantung kepada aksi nyata kita yang kita lakukan dari sekarang.</p>
</div></div><div class="saboxplugin-web "><a href="https://detakbumi.com" target="_self" >detakbumi.com</a></div><div class="clearfix"></div><div class="saboxplugin-socials "><a title="Facebook" target="_blank" href="http://facebook.com/detakbumi" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-facebook" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 264 512"><path fill="currentColor" d="M76.7 512V283H0v-91h76.7v-71.7C76.7 42.4 124.3 0 193.8 0c33.3 0 61.9 2.5 70.2 3.6V85h-48.2c-37.8 0-45.1 18-45.1 44.3V192H256l-11.7 91h-73.6v229"></path></svg></span></a><a title="Twitter" target="_blank" href="http://twitter.com/detakbumi" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-twitter" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 30 30"><path d="M26.37,26l-8.795-12.822l0.015,0.012L25.52,4h-2.65l-6.46,7.48L11.28,4H4.33l8.211,11.971L12.54,15.97L3.88,26h2.65 l7.182-8.322L19.42,26H26.37z M10.23,6l12.34,18h-2.1L8.12,6H10.23z" /></svg></span></a><a title="Instagram" target="_blank" href="http://instagram.com/detakbumi.id" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-instagram" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 448 512"><path fill="currentColor" d="M224.1 141c-63.6 0-114.9 51.3-114.9 114.9s51.3 114.9 114.9 114.9S339 319.5 339 255.9 287.7 141 224.1 141zm0 189.6c-41.1 0-74.7-33.5-74.7-74.7s33.5-74.7 74.7-74.7 74.7 33.5 74.7 74.7-33.6 74.7-74.7 74.7zm146.4-194.3c0 14.9-12 26.8-26.8 26.8-14.9 0-26.8-12-26.8-26.8s12-26.8 26.8-26.8 26.8 12 26.8 26.8zm76.1 27.2c-1.7-35.9-9.9-67.7-36.2-93.9-26.2-26.2-58-34.4-93.9-36.2-37-2.1-147.9-2.1-184.9 0-35.8 1.7-67.6 9.9-93.9 36.1s-34.4 58-36.2 93.9c-2.1 37-2.1 147.9 0 184.9 1.7 35.9 9.9 67.7 36.2 93.9s58 34.4 93.9 36.2c37 2.1 147.9 2.1 184.9 0 35.9-1.7 67.7-9.9 93.9-36.2 26.2-26.2 34.4-58 36.2-93.9 2.1-37 2.1-147.8 0-184.8zM398.8 388c-7.8 19.6-22.9 34.7-42.6 42.6-29.5 11.7-99.5 9-132.1 9s-102.7 2.6-132.1-9c-19.6-7.8-34.7-22.9-42.6-42.6-11.7-29.5-9-99.5-9-132.1s-2.6-102.7 9-132.1c7.8-19.6 22.9-34.7 42.6-42.6 29.5-11.7 99.5-9 132.1-9s102.7-2.6 132.1 9c19.6 7.8 34.7 22.9 42.6 42.6 11.7 29.5 9 99.5 9 132.1s2.7 102.7-9 132.1z"></path></svg></span></a><a title="Pinterest" target="_blank" href="#" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-pinterest" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 496 512"><path fill="currentColor" d="M496 256c0 137-111 248-248 248-25.6 0-50.2-3.9-73.4-11.1 10.1-16.5 25.2-43.5 30.8-65 3-11.6 15.4-59 15.4-59 8.1 15.4 31.7 28.5 56.8 28.5 74.8 0 128.7-68.8 128.7-154.3 0-81.9-66.9-143.2-152.9-143.2-107 0-163.9 71.8-163.9 150.1 0 36.4 19.4 81.7 50.3 96.1 4.7 2.2 7.2 1.2 8.3-3.3.8-3.4 5-20.3 6.9-28.1.6-2.5.3-4.7-1.7-7.1-10.1-12.5-18.3-35.3-18.3-56.6 0-54.7 41.4-107.6 112-107.6 60.9 0 103.6 41.5 103.6 100.9 0 67.1-33.9 113.6-78 113.6-24.3 0-42.6-20.1-36.7-44.8 7-29.5 20.5-61.3 20.5-82.6 0-19-10.2-34.9-31.4-34.9-24.9 0-44.9 25.7-44.9 60.2 0 22 7.4 36.8 7.4 36.8s-24.5 103.8-29 123.2c-5 21.4-3 51.6-.9 71.2C65.4 450.9 0 361.1 0 256 0 119 111 8 248 8s248 111 248 248z"></path></svg></span></a></div></div></div><p>The post <a href="https://detakbumi.com/apa-dampak-climate-change-di-indonesia/">Apa Dampak Climate Change di Indonesia?</a> appeared first on <a href="https://detakbumi.com">Detak Bumi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detakbumi.com/apa-dampak-climate-change-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">284</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
